Rupiah Melemah ke Rp18.085 per Dolar AS, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Rupiah Melemah ke Rp18.085 per Dolar AS, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Uang rupiah -Pegadaian -

INFORADAR.ID - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pembukaan perdagangan pekan ini, Senin (26/10/2026).

Alasan rupiah mengalami pelemahan terjadi karena terdapat terkanan pasar keuangan global yang turut mempengaruhi pergerakan di sejumlah besar mata uang di kawasan Asia.

Mengutip data Bloomberg, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp18.085 per dolar AS pada pukul 09.07 WIB. Pergerakan ini melanjutkan tekanan setelah rupiah ditutup melemah 20 poin ke level Rp18.080 per dolar AS pada Jumat (23/10/2026).

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat pada sejumlah mata uang Asia Tenggara. Baht Thailand tercatat melemah 0,05 persen, sedangkan peso Filipina turun 0,35 persen. Di sisi lain, dolar Singapura dan ringgit Malaysia masing-masing menguat tipis pada pembukaan perdagangan.

Pergerakan nilai tukar menjadi perhatian karena dolar AS berperan penting dalam transaksi perdagangan internasional. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama bagi perusahaan yang membeli bahan baku, mesin, atau barang dari luar negeri dengan pembayaran menggunakan dolar.

Dampaknya terhadap masyarakat dapat muncul apabila kenaikan biaya impor diteruskan ke harga jual barang. Produk elektronik, bahan baku industri, serta sejumlah komoditas impor berpotensi mengalami tekanan harga, meskipun dampak akhirnya bergantung pada kontrak perdagangan, biaya produksi, dan kebijakan perusahaan.

Selain nilai tukar, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dunia dan situasi geopolitik. Ketidakpastian global dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS, arus modal, serta keputusan investor dalam menempatkan dananya di pasar negara berkembang.

BACA JUGA:Di Ujung Nada Dering yang Tak Pernah Datang

BACA JUGA:Eksklusif! Febri Diansyah Blak-blakan ke Dahlan Iskan soal Kasus Febrie Adriansyah: Berisi Lompatan Logika

Meski demikian, pelemahan tipis pada awal perdagangan belum cukup untuk menggambarkan arah rupiah sepanjang hari. Pergerakan selanjutnya perlu dipantau melalui data pasar terbaru dan kebijakan otoritas moneter. Masyarakat juga perlu membedakan kurs pasar spot dengan kurs transaksi perbankan yang dapat berbeda sesuai ketentuan masing-masing penyedia layanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: