Lagi Viral Gaya Berpakaian Ala Anak Orang 'Have', Begini Cirinya
Fenomena gaya busana baru Ala Old Money--
INFORADAR.ID – Perkembangan budaya populer dan tren busana di Korea Selatan kembali melahirkan estetika gaya hidup baru bagi generasi muda. Mengutip laporan CNBC Indonesia, fenomena berpakaian ala nepo baby yang dikenal dengan istilah Hyunbaek-core tengah menjadi perhatian luas masyarakat di kawasan perkotaan.
Istilah Hyunbaek-core mengombinasikan singkatan nama peritel busana terkemuka Hyundai Department Store (Hyunbaek) dengan akhiran estetika -core. Pendekatan busana ini berfokus pada penampilan yang rapi, menawan, dan terkesan natural tanpa menonjolkan upaya berlebih (effortless).
Secara visual, gaya ini mengadopsi prinsip quiet luxury dengan menghindari penggunaan logo merek desainer yang terlalu mencolok dan lebih mengutamakan material kain premium seperti sutra atau kasmir.
Bila konsep old money cenderung rapi dan terstruktur rapat, Hyunbaek-core menampilkan kesan yang lebih rileks seolah pemilihan busana dilakukan secara spontan dari lemari pakaian harian.
Sejumlah pengamat budaya menilai tingginya daya tarik tren ini mencerminkan artikulasi aspirasi generasi muda terhadap privilese kekayaan keluarga di tengah tantangan mobilitas sosial.
Fenomena visual tersebut juga berjalan beriringan dengan dominasi kunjungan konsumen usia 20 hingga 30-an tahun yang memadati pusat perbelanjaan The Hyundai Seoul di Yeouido.
Data operasional peritel mencatat proporsi pengunjung dari kelompok usia produktif muda mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 46,7 persen dari total basis pelanggan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Hyunbaek-core tidak sekadar menjadi pilihan gaya berpakaian, melainkan cerminan pergeseran simbol status dan persepsi kemewahan di kalangan anak muda Korea Selatan saat ini.
Popularitas tren Hyunbaek-core menguraikan bagaimana dinamika ekonomi makro dan ekspresi identitas visual saling memengaruhi preferensi konsumsi kelas menengah muda. Peralihan dari pamer simbol kekayaan terang-terangan (conspicuous consumption) menuju apresiasi tekstur bahan dan potongan busana yang understated menegaskan pendewasaan standar estetika di industri retail ritel modern.
Di samping itu, keberhasilan pengelola ritel dalam menggaet segmentasi pelanggan muda menegaskan pentingnya integrasi antara ruang fisik belanja dan narasi gaya hidup di media sosial.
Strategi pemasaran yang mampu merespons aspirasi kultural konsumen dinilai menjadi modal kunci bagi pertumbuhan industri mode dan hiburan di kawasan Asia Pasifik.
Evolusi tren busana ini pada akhirnya membuka diskursus yang lebih luas mengenai adaptasi konsep kemewahan di era digital. Fenomena Hyunbaek-core menjadi bukti nyata bahwa kepraktisan dan kenyamanan kini memegang peranan setara dengan gengsi sosial dalam menentukan arah perkembangan industri mode global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: