6 Juta Data MBG Dobel dan 414 Dapur Terindikasi Fiktif, BGN Perketat Pengawasan

6 Juta Data MBG Dobel dan 414 Dapur Terindikasi Fiktif, BGN Perketat Pengawasan

Dapur MBG -Harian Disway-

INFORADAR.ID — Seakan tidak ada habisnya program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan usai Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan persoalan dalam pengecekan data penerima dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN mencatat dari temuan tersebut terdapat sekitar 6 juta data terduplikasi serta 414 titik SPPG yang terindikasi belum berdiri.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan temuan 6 juta data tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai 6 juta penerima fiktif. Duplikasi terjadi karena satu orang dapat tercatat dalam lebih dari satu basis data, misalnya sebagai siswa di sekolah sekaligus sebagai santri di pesantren.

Persoalan lainnya muncul dari 414 titik SPPG tersebut belum beroperasi, tetapi datanya sudah muncul dan masuk dalam sistem. Kondisi ini menjadi perhatian besar karena program anggaran berskala besar harus benar-benar membutuhkan verifikasi ketat agar data pengelolaan bisa benar-benar digunakan.

BACA JUGA:Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Diputuskan, Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026

BACA JUGA:APBN 2027 Pasang Target Ekonomi 6 Persen, Mampukah Indonesia Mencapainya?

Sebagai tindak lanjut, BGN telah mengembalikan sekitar Rp311,2 miliar ke kas negara yang berkaitan dengan temuan tersebut. Pengembalian anggaran menjadi salah satu langkah untuk mencegah potensi pemborosan sekaligus memperbaiki tata kelola program MBG.

BGN juga melakukan penyisiran dan pemutakhiran data secara lebih intensif. Integrasi data antar kementrian menjadi penting demi memastikan identitas penerima tidak tercatat berulang serta sejumlah penerima bisa dihitung secara lebih akurat.

Temuan ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG. Pengawasan tidak hanya diperlukan pada data penerima, tetapi juga pada keberadaan dapur, penggunaan anggaran, serta pelaksanaan layanan di lapangan.

BACA JUGA:iQOO 16 Dikabarkan Bawa Snapdragon Generasi Terbaru, Ini Bocoran Spesifikasinya

BACA JUGA:Xi Jinping Sampaikan Duka untuk Korban Gempa NTT, BNPB Catat 68 Orang Meninggal

Program MBG tetap memiliki tujuan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi ketepatan sasaran tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan program ini. Pemerintah kini dituntut untuk terus memperketat proses verifikasi dan transparansi agar setiap rupiah yang disalurkan bisa benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: