Ancaman Hidden Sodium (Natrium Tersembunyi) di Balik Makanan Sehari-hari yang Memicu Hipertensi

Ancaman Hidden Sodium (Natrium Tersembunyi) di Balik Makanan Sehari-hari yang Memicu Hipertensi

Makanan ultra proses food-Experience life magazine -

INFORADAR ID – Banyak mis persepsi terkait konsumsi garam berlebih hanya berasal dari makanan yang asin saja. Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa terdapat hidden sodium atau natrium tersembunyi yang terkandung di dalam makanan sehari-hari. Kandungan ini sering kali tidak disadari, namun bisa meningkatkan resiko hipertensi atau penyakit lainnya jika dikonsumsi secara berlebih.

Natrium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf. Namun, ketika jumlahnya melebihi kebutuhan harian, natrium dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini terjadi karena tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Salah satu jenis makanan yang paling umum dijumpai dengan kandungan hidden sodium ialah makanan siap saji (Fast Food). Contoh produknya seperti sosis, nugget, mie instan, makanan kaleng, hingga cemilan ringan. Yang lebih ironis pada makanan-makanan tersebut sering kali tidak terasa sangat asin, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa produk tersebut memiliki kandungan garam yang sangat tinggi.

BACA JUGA:Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Bikin Belanja Mendadak Jadi Lebih Praktis dan Cepat

BACA JUGA:Kementerian Sosial Terjunkan 2.000 Taruna TNI-Polri untuk Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Selain makanan olahan, berbagai bumbu dan saus juga menjadi penyumbang natrium yang cukup besar. Kecap, saus sambal, saus tomat, kaldu instan, hingga penyedap rasa mengandung natrium yang dapat menumpuk ketika digunakan secara bersamaan dalam satu hidangan. Kebiasaan ini membuat asupan natrium harian meningkat tanpa disadari.

Minuman tertentu juga terdapat sumber natrium tersembunyi. Beberapa minuman berenergi, minuman kemasan, hingga minuman instan juga mengandung natrium sebagai komposisi formulasi produk nya. Meski jumlahnya tidak sebanyak pada makanan olahan, konsumsi berlebih tetap dapat berkontribusi terhadap total asupan natrium harian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari atau setara dengan sekitar satu sendok teh garam. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat mengonsumsi natrium jauh di atas batas yang direkomendasikan akibat tingginya konsumsi makanan dan minuman olahan.

Untuk mengurangi resiko hipertensi, masyarakat dianjurkan harus membiasakan diri membaca label komposisi yang ada di tiap kemasan produk. Memilih makanan segar, lebih sering konsumsi real food seperti buah dan sayur, serta batasi penggunaan bumbu instan. Langkah sederhana ini bisa jadi upaya menekan asupan natrium harian.

Para ahli menegaskan bahwa hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, mengenali sumber hidden sodium dan mengatur pola makan sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung serta mencegah berbagai penyakit kronis di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: