KKN Nusantara Kelompok 11 Lakukan Sosialisasi 5R di SDN 1 Sangkanwangi
Foto bersama-Faizal for Inforadar-
INFORADAR.ID – Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Desa Sangkanwangi menggelar Sosialisasi 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant) di SDN 1 Sangkanwangi, Kabupaten Lebak, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada para siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dini sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Sosialisasi yang diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari tema KKN Nusantara, "Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam." Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya mengajak generasi muda untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah.
Perwakilan Kelompok 11 KKN Nusantara Desa Sangkanwangi sekaligus pemateri, Artikasari, menjelaskan bahwa sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk menerapkan prinsip 5R dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
"Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi 5R di SDN 1 Sangkanwangi tentu agar siswa dapat menerapkan perilaku Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak usia dini," ujarnya.
BACA JUGA:Mahasiswa KKN UNMA Banten Bantu 20 UMKM Desa Cimanggu Miliki QRIS, Siapkan Sertifikasi Halal
BACA JUGA:KKN Kelompok 37 UIN SMH Banten Jalin Kolaborasi Pendidikan Bersama MDTA Syekh Yasa'
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh Artikasari dan Sabrina Intan Salsabilla dengan metode yang menarik serta disertai praktik langsung menggunakan berbagai jenis sampah sebagai media pembelajaran.
Dalam sesi praktik, para siswa dikenalkan pada cara memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah dedaunan digunakan sebagai contoh sampah organik, botol plastik sebagai sampah anorganik, dan gelas kaca sebagai contoh limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami perbedaan setiap jenis sampah beserta cara penanganannya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan sampah dan cara menjaga lingkungan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan guru SDN 1 Sangkanwangi, Mesa Tourin, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada para siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mengenalkan berbagai metode pemanfaatan limbah yang belum banyak diketahui.
"Anak-anak jadi mengerti bahwa sampah itu ternyata bisa bermanfaat. Mereka juga mendapatkan ilmu baru, seperti pemanfaatan sampah melalui ecoprint. Selama ini materi memang sudah pernah dipelajari, tetapi kali ini mereka bisa melihat contoh dan praktik langsung, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna," tuturnya.
BACA JUGA:Belajar dari Masyarakat, KKN Jadi Ruang Tumbuh Mahasiswa di Desa Kadugemblo
BACA JUGA:RAPIMDA I KAMMI Serang Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Sinergi Gerakan Organisasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: