Disway Award

Life After Graduation Tidak Seseram yang Dibayangkan Generasi Muda

Life After Graduation Tidak Seseram yang Dibayangkan Generasi Muda

Graduation -Skysociety.co-

INFORADAR.ID — Wisuda sering dianggap sebagai perjuangan akhir mahasiswa dalam mengampu bangku perkuliahan. Namun bagi banyak anak muda, momen wisuda merupakan momen awal dari fase kehidupan yang keras dan penuh kecemasan.

Mulai dari tekanan dari lingkungan dan keluarga, tuntutan mencari kerja yang lebih baik, sampai rasa takut tertinggal dari teman sebaya menjadi bayang-bayang yang kerap menghantui para fresh graduate.

Fenmena ini sering kali jadi bahasan hangat di media sosial dengan istilah life after graduation. Banyak para lulusan baru membagikan pengalamannya saat menghadapi kerasnya realita dunia kerja yang tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka bayangkan. Tidak sedikit pula dari mereka yang merasa kebingungan menentukan arah hidup setelah mendapatkan gelar sarjana.

Walaupun demikian, menghadapi fase life after graduation sendiri sebenarnya tidak selalu semenakutkan seperti yang mereka bayangkan. Sejumlah lulusan muda sadar bahwa setiap orang pasti memiliki prosesnya masing-masing. Tekanan yang ada lambat laun akan berubah menjadi dorongan kuat akan menjadi manusia yang lebih baik.

Merasa bingung akan kehidupan pasca kelulusan sebenarnya adalah hal yang wajar. Mereka memasuki kehidupan baru yang cakupannya cukup luas menjadikan mereka harus beradaptasi dan merasa bingung untuk memulainya.

Di sisi lain, banyak fresh graduate justru menemukan perluang aru setelah mereka lulus. Sebagian mulai bisa membangun usaha kecil, menjadi freelancer, lebih bebas mengembangkan personal branding, sampai mencoba banyak pekerjaan yang berbeda dengan keilmuaan saat mereka berkuliah.

Seperti halnya Delisa Fatma, fresh graduate lulusan tahun 2024, asal kampus Untirta. Dirinya merasa kehidupan setelah kelulusan menjadikan dirinya lebih bisa bebas mengembangkan karier.

"Bagi saya momen setelah kelulusan bukanlah hal yang menakutkan, malah hal tersebut menjadi momen kebebasan yang lebih mutlak lagi. Karena saat di bangku perkuliahan kita masih di batasi akan jam perkuliahan, organisasi, dan lain sebagainya. Jadi setelah kelulusan menjadikan saya lebih bisa mengeksplor kemampuan diri lebih baik lagi," ucap Delisa.

Kehidupan setelah lulus bukan tentang perlombaan mencari pekerjaan bergengsi, tetapi tentang bagaimana belajar mengenal diri sendiri. Fase ini menjadi ruang untuk mencoba tanpa adanya tekanan harus terlihat sempurna.

Bagi sebagian anak muda, kehidupan setelah lulus bukan soal seberapa cepat mendapatkan pekerjaan bergengsi, tetapi tentang bagaimana mereka belajar mengenal diri sendiri. Fase ini menjadi ruang untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali tanpa tekanan harus selalu terlihat sempurna.

Tentunya agar tidak mengalami fase berat pasca kelulusan seharunya bisa mempersiapkan akan hal tersebut. Gina Aulia Azahra fresh graduate tahun 2025 asal kampus Untirta membagikan tips menyiapkan diri untuk menghadapi fase pasca kelulusan.

" Bagi para mahasiswa yang akan menghadapi fase life after graduate saya ada beberapa tips agar tidak merasa berat. Pertama lebih banyak bangun relasi berguna saat berkuliah, banyak-banyak mencari info-info terkait perkerjaan, kalo bisa mendapatkan kerja saat masih berkuliah, bergabung dengan organisasi yang bisa mengembangkan kemampuan diri kalian dan tetap yakin dengan kemampuan diri," pungkas Gina

Fenomena life after graduation menunjukkan bahwa perjalanan setelah kuliah bukanlah perlombaan cepat menuju kesuksesan. Setiap individu memiliki tantangan dan jalannya masing-masing. Dengan pola pikir yang lebih realistis dan dukungan lingkungan yang positif, fase setelah wisuda justru bisa menjadi masa untuk bertumbuh, mengenal potensi diri, dan membuka peluang baru dalam kehidupan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: