Disway Award

Dari Serang ke Gresik, Pemerintah Mulai Petakan 15 Ruas Prioritas Giant Sea Wall

Dari Serang ke Gresik, Pemerintah Mulai Petakan 15 Ruas Prioritas Giant Sea Wall

Giant sea wall --Pinterest/ Albert de Pauly

INFORADAR.ID – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi mulai memetakan 15 ruas prioritas proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Proyek ambisius ini membentang dari pesisir utara Provinsi Banten (Serang) hingga ke wilayah timur Pulau Jawa, tepatnya di Gresik, Jawa Timur.

Langkah pemetaan ini merupakan tahap awal dari rencana besar pemerintah untuk menyelamatkan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman abrasi, banjir rob, serta penurunan tanah (land subsidence) yang semakin mengkhawatirkan.

Berbeda dengan wacana sebelumnya yang hanya menyebut garis besar dari Banten hingga Jawa Timur, kali ini pemerintah telah merinci 15 segmen prioritas dengan pembagian berdasarkan tingkat kerawanan dan kepadatan penduduk.

Total panjang keseluruhan segmen prioritas mencapai lebih dari 393 kilometer. Jumlah ini bisa bertambah jika nantinya pemerintah memutuskan untuk menyambungkan seluruh ruas menjadi satu tanggul kontinyu.

Menteri PU, saat ditemui seusai rapat terbatas, menjelaskan bahwa Giant Sea Wall tidak akan berbentuk tembok beton monoton sepanjang 400 km. Desainnya akan bervariasi tergantung kondisi geografis dan fungsi kawasan.

"Di daerah yang padat penduduk dan kawasan industri, kita akan bangun tanggul vertikal (sea wall). Di daerah tambak atau muara sungai, kita akan kombinasikan dengan tidal gate (pintu air pasang surut) dan mangrove restoration (restorasi hutan bakau)," jelasnya.

BACA JUGA:THE ROYALE KRAKATAU Cilegon Sukses Gelar INTIMATE WEDDING SHOWCASE 2026

BACA JUGA:Danantara Siapkan Denera Melantai di BEI, Proyek Waste to Energy Ditargetkan Jadi yang Terbesar di Dunia

Konsep yang diusung adalah hybrid infrastructure: tidak hanya tanggul, tetapi juga ruang terbuka hijau, jalur sepeda, bahkan kawasan wisata pesisir di segmen-segmen tertentu. Dengan demikian, proyek ini diharapkan memiliki fungsi ganda: melindungi sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Proyek semegah ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perkiraan kasar dari Kementerian PU menyebutkan bahwa pembangunan 15 segmen prioritas (tahap pertama) membutuhkan anggaran sekitar Rp 180 triliun hingga Rp 220 triliun.

Karena APBN tidak mungkin menanggung seluruhnya, pemerintah berencana menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Investor swasta, terutama yang memiliki kawasan industri di Pantura, akan dilibatkan. Insentif seperti hak pengelolaan lahan reklamasi atau konsesi jangka panjang sedang dikaji.

"Beberapa investor dari Belanda, Jepang, dan China telah menyatakan minatnya. Belanda punya pengalaman dengan Delta Works-nya, sementara Jepang dengan Tokyo Bay Aqua-Line. Kita akan ambil pembelajaran terbaik," ujar Deputi Kemenko Marves.

Pemetaan 15 segmen prioritas Giant Sea Wall dari Serang hingga Gresik adalah langkah konkret pertama dari proyek ambisius yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Jika berhasil, ini bukan hanya akan menyelamatkan 70% PDB nasional yang terkonsentrasi di Pantura, tetapi juga menjadi salah satu keajaiban infrastruktur dunia.

BACA JUGA:ADOR Beri Sinyal Positif Terkait Rumor Kembalinya Minji ke NewJeans

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: