Disway Award

Jurusan SMK Penyumbang Pengangguran Terancam Dihapus, Ini Kata Pemprov Banten

Jurusan SMK Penyumbang Pengangguran Terancam Dihapus, Ini Kata Pemprov Banten

Jurusan SMK yang terancam dihapus--Pinterest/ZettaCamp - Bootcamp Coding Gratis

INFORADAR.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tengah mengkaji ulang sejumlah jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai berkontribusi besar terhadap angka pengangguran lulusan di wilayah Banten.

Langkah tegas ini bahkan tak menutup kemungkinan akan berujung pada penghapusan jurusan-jurusan tertentu yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan dunia industri. 

Wacana ini mencuat setelah data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten menunjukkan bahwa lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran terbuka dibandingkan lulusan jenjang pendidikan lainnya. Banyak perusahaan mengeluhkan ketidaksesuaian kompetensi lulusan SMK dengan standar industri yang terus berkembang pesat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap 48 SMK yang tersebar di Kabupaten/Kota Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, dan Kota Cilegon, Tangerang Selatan serta Serang.

Hasilnya, beberapa jurusan dengan tingkat pengangguran lulusan tertinggi terancam tidak akan dibuka lagi pada tahun ajaran mendatang.

Meskipun enggan menyebut secara rinci jurusan apa saja yang masuk dalam daftar hitam, Tabrani memberikan kisi bahwa jurusan-jurusan yang terlalu umum dan tidak memiliki spesifikasi keahlian yang mendalam menjadi prioritas evaluasi.

"Ada jurusan yang materinya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan industri 5-10 tahun ke depan. Kami tidak mau membiarkan anak-anak didik kami hanya bersekolah tiga tahun lalu kemudian menganggur. Itu lebih menyakitkan daripada tidak sekolah," tegas Tabrani dalam rapat koordinasi dengan para kepala sekolah di Kota Serang, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA:BREAKING NEWS! Ratusan Pejabat Pemprov Banten Resmi Dilantik Hari Ini

BACA JUGA:Pemprov Banten Percepat Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

Sumber internal dari Dindikbud yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa jurusan seperti Tata Boga, Tata Busana, dan beberapa cabang Teknik Mesin konvensional masuk dalam kategori berisiko tinggi. Namun, belum ada keputusan final karena masih dalam tahap diskusi dengan pihak industri dan asosiasi profesi.

Sebelum mengambil keputusan drastis berupa penghapusan, Gubernur Banten, Andra Soni, mengarahkan agar seluruh pihak duduk bersama untuk melakukan revisi kurikulum berbasis link and match.

"Jangan langsung dihapus dulu. Mungkin nama jurusannya masih relevan, tapi konten kurikulumnya yang usang harus diganti. Kita harus tahu skill apa yang dicari oleh pabrik-pabrik di Cilegon, oleh industri pariwisata di Anyer, atau oleh pusat logistik di Tangerang," ujar Gubernur Andra Soni saat mengunjungi salah satu SMK Pusat Keunggulan (PK) di Kabupaten Serang beberapa waktu lalu.

Pemprov Banten berencana untuk melakukan MoU (Nota Kesepahaman) massal dengan PT Krakatau Steel, PT Chandra Asri, dan kawasan industri Modern Cikande untuk menyerap langsung lulusan SMK yang kompeten.

Hingga berita ini diturunkan, Pemprov Banten menargetkan draf final daftar jurusan SMK yang dipertahankan, digabung, atau dihapus akan diumumkan paling lambat Juli 2026 mendatang, bersamaan dengan dimulainya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: