Bukalapak PHK 594 Karyawan, Fokus Tinggalkan E-Commerce dan Beralih ke Bisnis Digital
Bukalapak phk 594 karyawan-Pinterest/Lily Irawati-
INFORADAR.ID - Bukalapak kembali melakukan langkah efisiensi besar-besaran dengan memangkas jumlah karyawan secara signifikan. Kebijakan ini dilakukan seiring perubahan strategi bisnis perusahaan yang kini tidak lagi berfokus pada marketplace produk fisik seperti sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah karyawan perusahaan menyusut drastis dari 1.018 orang pada akhir 2024 menjadi hanya 424 orang per Desember 2025. Artinya, sebanyak 594 pekerja terdampak dari kebijakan perampingan tersebut.
Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat lini bisnis yang dianggap lebih potensial dan berkelanjutan.
Menurutnya, perseroan telah menghentikan sejumlah lini usaha dan menutup beberapa entitas anak sejak kuartal IV-2024. Langkah tersebut diambil agar perusahaan dapat lebih fokus pada sektor yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan lebih stabil.
Kini, Bukalapak memilih kembali memperkuat bisnis digital yang menjadi fondasi awal perusahaan. Fokus utama perusahaan diarahkan pada empat segmen, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail.
BACA JUGA:TASPEN Ingatkan ASN dan Pensiunan Waspada Penipuan Digital, Jangan Asal Klik Link WhatsApp
BACA JUGA:Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Diluncurkan, Pemerintah Genjot Transisi Energi Bersih
Segmen Mitra Bukalapak sendiri selama ini dikenal sebagai layanan penjualan produk digital seperti pulsa, pembayaran tagihan, hingga berbagai kebutuhan transaksi masyarakat di tingkat mikro.
Selain melakukan pengurangan karyawan, perusahaan juga mengubah pendekatan dalam pelaporan performa bisnisnya. Bukalapak resmi meninggalkan sejumlah indikator yang umum digunakan industri e-commerce seperti Total Processing Value (TPV), Gross Merchandise Value (GMV), dan Gross Transaction Value (GTV).
Manajemen menilai indikator tersebut tidak lagi relevan setelah operasional marketplace produk fisik resmi dihentikan. Karena itu, perusahaan kini lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan dan profitabilitas di tiap lini bisnis.
Meski melakukan restrukturisasi besar, Bukalapak mengklaim pendapatan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Perseroan menyebut rata-rata pertumbuhan tahunan atau CAGR mencapai 22 persen dalam tiga tahun terakhir.
Di sisi lain, perusahaan juga memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi besar dalam waktu dekat. Hal tersebut termasuk tidak adanya agenda khusus dalam 12 bulan mendatang terkait ekspansi maupun perubahan struktur bisnis lainnya.
BACA JUGA:Gaji ke-13 PNS 2026 Cair Mulai Juni! Ini Jadwal, Komponen, dan Rinciannya
BACA JUGA:Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis, Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
