Mahasiswa UPI Serang Raih Juara Kompetisi Internasional
Mahasiswa UPI Serang menyabet Juara Harapan 3 di ajang kompetisi ilmiah internasional--
INFORADAR.ID - Prestasi membanggakan di tingkat internasional baru saja ditorehkan oleh mahasiswa Banten. Pencapaian keren ini datang dari B-SMART Team, kelompok ilmiah mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang.
Para mahasiswa angkatan 2024 ini sukses membawa pulang penghargaan dari ajang International Scientific Paper Competition.
Kompetisi berskala global ini diadakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan mengusung tema "Innovation in Buildings Infrastructure". Tim UPI Kampus Serang yang digawangi oleh Hendro Wicaksono, Deswinta Aulia Rahma, dan Fander Mauli Riha berhasil mengamankan predikat Juara Harapan 3. Mereka sukses membawa pulang medali, sertifikat internasional, dan berbagai hadiah apresiasi lainnya.
Karya ilmiah yang mereka buat dalam kompetisi tersebut berjudul “ERBA-SMART Shelter: Earthquake Resistant Bamboo-Based Housing Design with Prefabricated Modular System and Smart Technology”. Desain hunian inovatif ini dirancang karena mereka prihatin dengan tingginya risiko gempa bumi di Indonesia. Secara spesifik, tim mengambil studi kasus di Kabupaten Sukabumi yang rawan gempa karena berada di zona subduksi dan jalur Sesar Cimandiri yang aktif.
Kondisi geografis tersebut membuat masyarakat sangat membutuhkan hunian pascabencana yang cepat dibangun, aman, dan juga ramah lingkungan. Menariknya, ERBA-SMART Shelter tidak cuma jadi tempat bernaung sementara saat darurat, tapi strukturnya bisa dikembangkan lagi menjadi rumah permanen sesuai kebutuhan masyarakat ke depannya.
Inovasi ini memanfaatkan bambu laminasi tahan gempa yang dipadukan dengan sistem modular prefabrikasi dan teknologi pintar (smart technology). Sistem modular ini bikin proses rakit bangunan di lokasi bencana jadi jauh lebih cepat dan efisien. Terkait pemilihan konsep ini, Deswinta Aulia Rahma memberikan penjelasannya.
"Kami sengaja memilih isu hunian pascabencana gempa bumi ini karena kebutuhan tempat tinggal yang cepat dibangun, aman, dan berkelanjutan masih jadi tantangan besar di banyak wilayah rawan bencana," kata Deswinta.
Menariknya, persiapan untuk menghadapi kompetisi internasional ini tergolong sangat singkat, yaitu cuma sekitar 7 hari saja. Di tengah padatnya jadwal kuliah, ketiga mahasiswa ini harus pintar-pintar membagi waktu untuk riset, menulis draf paper, mendesain poster, merakit maket fisik, hingga latihan presentasi.
Bagi mereka, proses yang paling menguras energi adalah saat harus membuat replika visual dari desain bangunan tersebut. Fander Mauli Riha menceritakan tantangan terberat yang sempat dihadapi oleh timnya selama masa persiapan lomba.
"Waktu tersulit bagi tim kami yaitu ketika harus mempersiapkan maket untuk poster, karena tim kami berinisiatif untuk membuat maket agar poster kami semakin menarik," ungkap Fander.
Perjalanan B-SMART Team di ajang ini dimulai dari tahap pendaftaran berkas dan pengiriman karya ilmiah secara daring. Setelah dinyatakan lolos seleksi awal, mereka langsung bertolak ke Semarang untuk mengikuti babak final secara luring (offline) selama 2 hari di kampus Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.
Di sana, atmosfer persaingan lomba terasa sangat ketat karena mereka harus berhadapan dengan tim-tim tangguh dari kampus besar di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Politeknik Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sesi presentasi poster menjadi momen penentu hidup dan mati bagi tiap tim sebelum bisa melaju ke podium juara. Berkat kerja keras dan kekompakan tim, inovasi dari mahasiswa UPI Kampus Serang ini berhasil memikat hati para juri. Mereka pun sukses melenggang terus hingga babak final dan meraih juara.
Meski sudah berhasil mengukir prestasi di tingkat internasional, B-SMART Team tidak mau cepat berpuas diri. Mereka sadar kalau konsep ERBA-SMART Shelter ini masih berbentuk purwarupa akademik dan butuh banyak penyempurnaan sebelum benar-benar diproduksi secara massal. Hendro Wicaksono selaku ketua tim ikut memaparkan rencana masa depan kelompoknya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: