TASPEN Ingatkan ASN dan Pensiunan Waspada Penipuan Digital, Jangan Asal Klik Link WhatsApp
TASPEN himbau waspada penipuan melalui link WhatsApp ke seluruh ASN-Ilustrasi AI-
INFORADAR.ID - PT TASPEN (Persero) mengimbau seluruh ASN dan pensiunan PNS untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Imbauan ini disampaikan menyusul masih banyaknya laporan penipuan yang menyasar peserta pensiun.
Perkembangan teknologi digital dinilai memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan.
Menurut TASPEN, para pensiunan menjadi kelompok yang rentan menjadi korban. Faktor usia lanjut dan keterbatasan pemahaman teknologi sering dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.
Hingga saat ini, TASPEN masih menerima laporan terkait penipuan melalui berbagai media komunikasi. Modus yang digunakan mulai dari pesan WhatsApp, telepon, email, hingga mendatangi rumah pensiunan secara langsung.
TASPEN meminta masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak lain. Data penting seperti KTP, KK, SK, hingga kode OTP diminta untuk dijaga kerahasiaannya.
BACA JUGA:Gaji ke-13 PNS 2026 Cair Mulai Juni! Ini Jadwal, Komponen, dan Rinciannya
BACA JUGA:Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis, Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina
Salah satu modus yang marak terjadi adalah penipuan berkedok verifikasi dan pembaruan data. Pelaku biasanya menghubungi peserta melalui WhatsApp dan mengaku sebagai petugas resmi TASPEN.
Dalam aksinya, pelaku sering mengirim tautan atau link digital kepada korban. Jika tautan tersebut diklik, perangkat korban berpotensi diretas dan rekening bank bisa dikuras.
Selain itu, terdapat juga modus penipuan berupa janji kenaikan tunjangan pensiun, bonus, atau pembagian dividen. Korban diminta membuka tautan tertentu dengan alasan proses pencairan dana.
Padahal, tautan tersebut merupakan bagian dari upaya peretasan data pribadi korban. TASPEN menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.
Modus lainnya adalah penipuan uang pengganti yang dilakukan dengan mendatangi rumah peserta. Pelaku berpura-pura menawarkan bantuan dana atau penggantian uang agar korban menyerahkan sejumlah uang.
BACA JUGA:Kemendikdasmen Prioritaskan Penataan Guru Non-ASN, Buka Peluang Jadi ASN
BACA JUGA:Bahlil Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
