Real Madrid Menang Tipis di Markas Benfica, Namun Kontroversi Rasisme Jadi Sorotan Utama
Potret Jelang Laga Real Madrid Dan Benfica-@realmadrid-
INFORADAR.ID - Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1–0 atas Benfica dalam laga leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Estádio da Luz, Selasa (17/2) dini hari WIB.
Gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Vinícius Júnior lewat sepakan luar biasa di babak kedua, namun malam itu berakhir dengan drama setelah adanya dugaan insiden ujaran rasisme yang melibatkan pemain Brasil tersebut.
Pada menit ke-50, Vinícius membawa Real Madrid unggul setelah melepaskan tembakan akurat yang membobol gawang tuan rumah.
Selepas gol, perayaan pemain berusia 23 tahun itu di area sudut lapangan memicu reaksi keras dari para pemain Benfica dan suporter.
Aksi itu kemudian berujung pada sebuah insiden ketika Vinícius bersitegang secara lisan dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Media internasional melaporkan bahwa Prestianni tampak menutupi mulutnya dengan bajunya saat berbicara kepada Vinícius, yang kemudian langsung mengadukan apa yang dikatakannya kepada wasit.
Wasit kemudian menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit di tengah lapangan setelah menunjukkan isyarat penerapan protokol anti-rasisme UEFA.
Aksi ini turut memicu kehebohan di stadion, dengan suporter tuan rumah yang semakin vokal dan beberapa lemparan botol yang mengarah ke arah pemain Real Madrid.
Selepas pertandingan, Vinícius tanpa ragu mengecam perilaku yang dia nilai sebagai bentuk pelecehan.
Ia menulis di media sosial bahwa “para pelaku rasis adalah pengecut” yang mencoba menyembunyikan identitas mereka saat melakukan penghinaan.
Vinícius juga menyampaikan kritiknya terhadap bagaimana protokol anti-rasisme diterapkan dalam pertandingan tersebut.
Sementara itu, pelatih Benfica, José Mourinho, memilih bersikap lebih hati-hati dalam komentarnya.
Ia mengakui perayaan gol pemain Real Madrid adalah momen emosional, tetapi menolak untuk menyatakan secara definitif apakah benar terjadi ujaran rasisme.
Mourinho juga menyebutkan bahwa klubnya memiliki sejarah pemain kulit hitam besar, seperti legenda Eusébio, untuk menegaskan bahwa Benfica bukanlah klub yang mendukung rasisme.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
