Fatherless Gen Z: Trauma Ayah Hilang Bikin Mahasiswa Bolos Kuliah & IPK Anjlok!
Potret Ayah Dan Anak-pinterest-
INFORADAR.ID - Jakarta, 17 Februari 2026 – Di balik hiruk-pikuk kampus elite seperti UI dan Binus, ribuan mahasiswa Gen Z (lahir 1997-2012) berjuang diam-diam dengan luka fatherless: ayah yang absen fisik atau emosional.
Trauma ini bukan cuma bikin bolos kuliah, tapi IPK ambruk, drop out naik, dan mimpi karir komunikasi tertunda.
Data riset lokal 2026 ungkap 40% mahasiswa Jakarta alami ini krisis pendidikan yang lagi viral di TikTok #FatherlessGenZ.
Fatherless bukan sekadar "ayah pergi kerja luar kota" atau cerai, tapi kehilangan role model pria yang kasih arahan, disiplin, dan validasi emosional.
Di Indonesia, 15,9 juta anak Gen Z tumbuh begini dari ayah OFW (Overseas Filipino Worker mirip TKI), ayah cuek karir-minded, sampai yang meninggal dini.
Dampaknya brutal: Gen Z pintar medsos tapi rapuh mental, overthinking tugas sambil scroll Reels sampe pagi.
Cerita nyata dari kampus Jakarta: Andi (22, mahasiswa Komunikasi UI): "Ayah ninggalin keluarga pas aku 10 tahun.
Kuliah tahun 3, thesis media sosial stuck malas banget, bolos 4 kali seminggu gara-gara marah gak jelas."
Riset psikolog UGM bilang, tanpa ayah, Gen Z susah bangun rutinitas belajar; 61% alami mood swing ekstrem tiap deadline.
Data survei Jakpat 2026: 54% fatherless Gen Z insomnia kronis, 72% rendah percaya diri saat presentasi.
Di Binus, kasus drop out naik 25% tahun ini banyak yang bilang "Trauma bikin capek mental sebelum capek fisik."
"Ayah cerai, tinggal sama ibu. Kuliah semester 5, nilai jeblok gara-gara nangis tiap baca email dosen.
Akhirnya cuti 1 semester, scroll TikTok 10 jam/hari." Sari baru bangkit setelah konseling kampus.
Bangkit Sukses: Reza (23, Jurnalistik Binus) "Ayah TKI di Korea, jarang pulang. Aku hampir drop out tahun 2, tapi ikut grup #FatherlessHealer.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
