Aktor Muda Asal Lebak Vega Dila Kiswanto Tampil Perdana di Film Sena 'Tradisi Ujung di Jemari'
Vegan Dila Kiswanto, Pemeran Utama Film Sena: Tradisi di Ujung Jemari --
INFORADAR.ID - Aktor muda asal Rangkasbitung, Lebak, Banten, Vega Dila Kiswanto, menandai langkah awalnya di dunia perfilman lewat film Sena 'Tradisi di Ujung Jemari'.
Dalam film tersebut, Vega dipercaya memerankan tokoh Sena karakter utama yang menjadi pusat cerita dengan latar kehidupan sederhana namun penuh pergulatan batin dan keberanian mengambil risiko.
Vega mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film ini bermula dari proses casting yang cukup panjang.
Ia mengikuti seleksi secara daring dengan mengirimkan materi melalui email. Sekitar satu bulan kemudian, Vega mendapat panggilan untuk mengikuti casting langsung di studio.
“Awalnya aku ngirim lewat online, email. Terus ada kabar dari Cremo buat datang casting offline, dan dua minggu kemudian dikabarin lolos,” ujarnya.
Selama proses syuting, Vega merasakan pengalaman yang berkesan. Menurutnya, suasana kerja yang dibangun selama produksi film berlangsung sangat mendukung.
Lingkungan yang kondusif dan kerja sama antar kru membuat proses pendalaman karakter terasa lebih nyaman. Ia menyebut peran produser dan sutradara turut membantu aktor dalam mengeksplorasi karakter secara maksimal.
“Dari awal sampai akhir syuting itu seru, lingkungannya baik dan nggak toxic. Krunya juga enak semua,” kata Vega.
Dalam film Sena, Vega dituntut untuk keluar dari dirinya sendiri dan benar-benar masuk ke dalam karakter. Salah satu tantangan utama yang ia hadapi adalah penggunaan dialek Jawa Serang serta proses mendalami karakter agar tidak tampil sebagai dirinya sendiri.
Vega menuturkan bahwa proses tersebut berjalan cukup lancar berkat arahan yang intens selama produksi. “Gimana caranya aku nggak jadi Vega, tapi jadi Sena. Itu cukup terbantu karena bimbingan selama proses syuting,” ungkapnya.
Karakter Sena digambarkan sebagai sosok muda yang lembut, rendah hati, dan berani mengambil keputusan besar demi keluarganya. Sena dikenal sebagai pribadi yang fokus pada tujuan hidup, memiliki keberanian untuk melawan keadaan, serta percaya diri menghadapi risiko, meski berasal dari latar kehidupan yang penuh keterbatasan.
Nilai-nilai itulah yang menurut Vega menjadi kekuatan utama karakter Sena dan membuatnya relevan dengan realitas sosial masyarakat.
Vega juga menilai film Sena memiliki keunikan tersendiri karena mengangkat sisi tradisi pijat trapi yang jarang diangkat ke layar lebar. “Keunikannya karena film ini mengangkat tradisi pijat trapi, tapi ternyata ada sisi lain yang lebih dalam dari itu,” ujarnya.
Film Sena menjadi debut perdana Vega di dunia perfilman. Ia berharap peran pertamanya ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi langkah awal untuk perjalanan kariernya ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
