Libur Semester dan Libur Akhir Tahun, Dimanfaatkan Mahasiswa Perantauan Untuk Pulang Kampung
Untuk Menikmati Masa Liburan Mahasiswa Rantau Pulang Kampung--
INFORADAR.ID - Libur panjang akhir tahun dan libur semester menjadi momen yang dinanti banyak mahasiswa perantauan. Setelah menjalani rutinitas perkuliahan yang padat, masa libur dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, sekaligus melepas penat. Bagi sebagian mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari daerah asal, pulang kampung bukan sekadar agenda liburan, tetapi juga kebutuhan setelah berbulan-bulan menjalani hidup mandiri di perantauan.
Friska Bella Novianti, mahasiswa semester 5 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten asal Bogor, mengaku pulang kampung menjadi hal yang paling ia tunggu saat libur panjang.
“Kalau libur panjang tuh rasanya sayang banget kalau nggak pulang. Soalnya jarang ketemu keluarga, jadi momen ini benar-benar dimanfaatin,” ujarnya.
Menurut Friska, pulang ke Bogor memberinya ruang untuk kembali ke rutinitas rumah yang selama ini hanya bisa ia rindukan lewat telepon.
Ia mengatakan, selain melepas rindu, pulang kampung juga membuatnya bisa beristirahat dengan lebih tenang. “Di kos kan semuanya serba sendiri, beda sama di rumah. Pulang tuh rasanya lebih tenang, bisa perbaikan gizi juga, tidurnya juga nggak kepikiran tugas,” kata Friska
Hal serupa dirasakan Khilda Shofwana, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa asal Bekasi. Ia mengaku selalu menyempatkan pulang ke rumah setiap ada libur panjang.
“Aku pasti pulang sih, apalagi kalau liburnya lama. Soalnya selain kangen rumah, Bekasi juga nggak terlalu jauh jadi masih memungkinkan,” ujarnya
Menurut Khilda, pulang kampung menjadi cara paling bagus untuk mencharger energi sebelum kembali menghadapi aktivitas kampus.
Khilda menuturkan, selama di rumah ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman lama. “Paling kegiatannya simpel aja, kumpul keluarga, ketemu temen-temen lama, terus tidur seharian" katanya.
Ia menambahkan bahwa suasana rumah memberi rasa nyaman yang sulit didapatkan ketika tinggal di perantauan.
Meski sama-sama memilih pulang kampung, keduanya sepakat bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi faktor jarak dan kondisi finansial.
Friska mengungkapkan, jika jarak terlalu jauh atau biaya tidak memungkinkan, sebagian mahasiswa memilih tetap tinggal di kota tempat kuliah. Namun baginya, selama masih bisa dijangkau, pulang kampung tetap menjadi prioritas.
Fenomena mahasiswa perantauan yang memilih pulang kampung saat libur panjang menunjukkan bahwa rumah masih menjadi tempat kembali yang paling dicari. Di tengah padatnya kehidupan akademik dan tuntutan menjadi seorang anak yang mandiri, libur akhir tahun menjadi waktu istirahat bagi mahasiswa untuk kembali menguatkan diri sebelum melanjutkan perjalanan perkuliahan di semester berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
