Disway Award

BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Banjir Pesisir di Banten Desember 2025, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Banjir Pesisir di Banten Desember 2025, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Peringatan banjir ROB di pesisir Banten Desember 2025-@bmkgkotaserang-Instagram

INFORADAR.ID - BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir di Banten sepanjang Desember 2025, terutama di sejumlah wilayah utara hingga selatan yang berdekatan dengan laut.

Peningkatan pasang maksimum diprediksi dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, perikanan, hingga mobilitas warga pesisir yang bergantung pada cuaca laut harian.

Dalam rilis resminya, BMKG menegaskan bahwa potensi banjir pesisir di Banten ini perlu diwaspadai mengingat beberapa titik pesisir menunjukkan tren kenaikan tinggi muka air laut.

Masyarakat diminta untuk tetap memantau informasi maritim dan menghindari aktivitas di area yang berisiko tergenang air, terutama pada jadwal pasang puncak.

BMKG juga meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi agar potensi banjir pesisir di Banten tidak menimbulkan gangguan besar terhadap aktivitas warga di kawasan pantai.

BACA JUGA:Besaran Gaji Petugas Haji 2026

BACA JUGA:Jadi Negara Dengan Modus Penipuan Loker Tertinggi, Ini Tips Menghindari Scam Loker

Wilayah yang harus diwaspadai terjadinya potensi banjir di pesisir Banten

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir Provinsi Banten selama bulan Desember 2025. Peringatan ini diterbitkan berdasarkan hasil pemantauan data water level serta prediksi pasang surut yang menunjukkan adanya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum di sejumlah titik pesisir.

Dalam rilis tersebut, BMKG menyebutkan bahwa beberapa wilayah pesisir yang perlu mewaspadai potensi banjir rob antara lain Pesisir Utara Tangerang, khususnya Kecamatan Teluknaga dan Kosambi, pada periode 5-13 dan 20-26 Desember. Selain itu, Pesisir Utara Serang, meliputi Kecamatan Kasemen, Pontang, dan Tirtayasa, juga diprediksi mengalami kondisi serupa pada tanggal 5-13 dan 20-26 Desember.

Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Lebak di Kecamatan Bayah diperkirakan terdampak pada 9-17 dan 21-28 Desember. Adapun kawasan Pesisir Selatan Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Cikeusik, diperkirakan mengalami potensi rob pada 9-17 dan 21-28 Desember. Sementara itu, Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang, termasuk wilayah Labuan, mendapatkan potensi banjir rob pada 10-16 dan 23-24 Desember.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena banjir rob ini dapat mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan, kegiatan bongkar muat, aktivitas nelayan, serta aktivitas masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dirilis secara berkala.

Dalam imbauannya, BMKG menegaskan agar masyarakat di wilayah pesisir selalu siaga terhadap potensi meningkatnya ketinggian pasang air laut yang dapat memicu banjir rob. Warga pun diminta menjaga keselamatan diri, mengamankan barang penting, dan menghindari aktivitas di daerah yang berisiko tergenang saat pasang maksimum terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: