Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Angkat Tema Fatherless?
Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah-Instagram @amandarawles-
INFORADAR ID - Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah menjadi karya drama keluarga terbaru yang mengupas fenomena fatherless di Indonesia.
Mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang, film ini mengikuti kisah tiga kakak beradik perempuan yang berhadapan dengan sosok ayah yang secara fisik hadir, namun kurang terlibat secara emosional.
Dengan cerita yang hangat sekaligus menyentuh, Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah mengajak penonton memahami dinamika keluarga, ketangguhan seorang ibu, dan tantangan berat yang sering dihadapi figur ayah.
Penulis skenario, Evelyn Afnilia, mengungkapkan bahwa ide cerita film ini berawal dari hasil pengamatannya terhadap berbagai persoalan yang sering muncul di tengah masyarakat.
"Aku coba kumpulin dari luka-luka yang menurutku, kayaknya ini kita punya luka yang sama deh,” kata Evelyn Dalam acara Content Day film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta, Senin 11 Agustus 2025.
BACA JUGA:Mobil Listrik Terbaik 2025 yang Layak Dibeli, Harga Mulai Rp184 Juta
BACA JUGA:Bedanya Oli Mesin LCGC dan Non LCGC 0W-20, Jangan Sampai Keliru
Cerita yang Dekat dengan Realita
Tokoh utama bernama Alin (Amanda Rawles) adalah mahasiswi yang harus kembali ke rumah dan mendapati fakta menyakitkan tentang keluarganya.
Sang ayah (Bucek) jarang berada di rumah, sementara ibu dan kedua kakaknya berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Walau menggambarkan kondisi keluarga yang rapuh, Evelyn menegaskan bahwa film ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi atau menyudutkan ayah.
Salah satu dialog kunci dalam film berbunyi, “Ayah kamu itu bukan orang jahat, dia cuma orang yang kalah.”
Evelyn mengungkap bahwa ia secara pribadi tidak pernah memandang suatu tokoh sebagai sosok yang benar-benar jahat.
"Aku personally enggak percaya ada bad guy, sih. Aku enggak melihat karakternya sebagai karakter yang jahat. Ini lebih ke potret kehidupan yang ada di film,” tutur Evelyn.
Menurutnya, sifat manusia jarang sekali benar-benar hitam atau putih, “Dan kalau ngomongin human tuh enggak pernah ada black and white sih, menurutku pasti grey,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa istilah “kalah” di sini tidak berarti kalah secara pribadi, melainkan kalah karena tekanan situasi dan tuntutan sosial.
“Kalah itu kan sebenarnya karena positioning-nya ayah tuh seolah-olah jadi harus kayak, ‘kan lu yang harus fight, lu yang harus provide, lu yang harus segala macam’. Ketika dia enggak fulfill itu, jadinya kesannya kan kalah. Sebenarnya, kekalahan di sini lebih dimaknai sebagai kalah oleh keadaan dan situasi,” kata Evelyn.
BACA JUGA:Mantap! Ratusan Kepala Desa di Banten Resmi Perpanjang Masa Jabatan hingga 2027
BACA JUGA:Bubur Ayam Indonesia Raih Gelar Bubur Terlezat Dunia Versi Taste Atlas
Fokus pada Perjuangan Ibu
Di balik figur 'ayah yang kalah', film ini juga menonjolkan sosok ibu yang selalu berjuang demi anak-anaknya, bahkan ketika harus mengorbankan impian pribadinya.
Evelyn menegaskan bahwa benang merah yang ia temukan adalah sosok ibu yang tak pernah berhenti berjuang. Menurutnya, hal itulah yang ingin ia soroti, bukan untuk menjatuhkan peran seorang ayah.
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah rencananya akan mulai diputar di bioskop pada 4 September 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
