Disway Award

Tradisi Nyate Daging Kurban: Waw! Ternyata Ini Maknanya di Balik Perayaan Idul Adha

Tradisi Nyate Daging Kurban: Waw! Ternyata Ini Maknanya di Balik Perayaan Idul Adha

Ilustrasi nyate daging kurban-instagram/@tintinrayner-

INFORADAR.ID - Suasana kebersamaan semakin terasa lewat tradisi nyate daging kurban setiap Idul Adha tiba. 

Kegiatannyate daging kurban menjadi salah satu bagian yang paling dinanti oleh masyarakat setelah proses penyembelihan hewan kurban. 

Di berbagai penjuru Tanah Air, nyate daging kurban menjadi momen berkumpul bersama, berbagi tugas, dan menyantap hasil olahan daging kurban dengan rasa syukur. 

Tidak hanya sebagai kegiatan memasak biasa, nyate daging kurban memiliki nilai kebersamaan yang tinggi. 

Oleh karena itu, melestarikan tradisi nyate daging kurban berarti memperkuat budaya gotong royong dan rasa persaudaraan yang sudah mengakar sejak lama.

BACA JUGA: Katat Prestasi Gemilang! Album Baru i-dle 'We Are' Tembus 1 Juta Penjualan dalam Sepekan

BACA JUGA: Meningkatnya Kasus Talasemia di Indonesia: Waspadai Gejala dan Cara Pencegahannya


Ilustrasi hewan kurban -Alisa Matthews-unsplash.com

1. Jejak Budaya di Balik Tradisi Membakar Daging Kurban

Meskipun tidak secara eksplisit dianjurkan dalam syariat, kebiasaan membakar sate dari daging kurban telah menjadi budaya khas masyarakat Indonesia. 

Tradisi ini tumbuh sebagai bentuk kegembiraan dan rasa syukur atas pelaksanaan ibadah kurban.

Mengolah daging menjadi sate dinilai sebagai cara cepat, lezat, dan praktis, terutama jika dilakukan secara bersama-sama. 

Baunya yang menggoda dan suasana kebersamaan saat membakar sate menjadikan kegiatan ini lebih dari sekedar aktivitas kuliner.

2. Sarana Mempererat Silaturahmi dan Toleransi Sosial

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: