Apakah Kamu Love Language Quality Time? Ini Dia Tandanya!
Love language quality time--Pinterest/Rainy Day Mun
INFORADAR.ID – Setiap orang memiliki cara unik dalam mengekspresikan dan menerima kasih sayang. Teori love language yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman membagi cara mencintai menjadi lima kategori utama: kata-kata penegasan (words of affirmation), tindakan pelayanan (acts of service), pemberian hadiah (receiving gifts), sentuhan fisik (physical touch), dan waktu berkualitas (quality time).
Di antara kelimanya, love language quality time seringkali menjadi yang paling tidak disadari oleh banyak orang. Mereka yang memiliki bahasa cinta ini tidak terlalu membutuhkan hadiah mewah atau pujian berlebihan. Yang mereka rindukan hanyalah kehadiran penuh dari orang yang dicintai. Lalu, bagaimana ciri-ciri seseorang yang love language-nya adalah quality time? Simak tanda-tandanya berikut ini.
1. Merasa Paling Dicintai Saat Dihadiahi Perhatian Penuh
Tanda paling mendasar dari pemilik love language quality time adalah mereka merasa sangat dihargai ketika seseorang meluangkan waktu khusus untuk mereka. Bukan sekadar "ada" secara fisik, tetapi hadir secara mental dan emosional.
Ciri ini bisa dikenali dari kekecewaan mereka ketika diajak bicara tapi lawan bicaranya sibuk memegang ponsel, atau ketika sedang bersama tapi pasangan lebih asyik menonton televisi. Mereka tidak butuh mahar mahal; yang mereka butuh adalah tatapan mata saat berbicara, telinga yang mendengarkan tanpa interupsi, dan tubuh yang tidak setengah memeluk gadget.
Seorang pengguna X (sebelumnya Twitter) dengan akun @psikologi_anakide mengungkapkan, "Kalau aku sih tanda kalau quality time itu love language ku adalah aku suka banget kalau diajak ngobrol serius tengah malam atau sekadar duduk diam di taman sama-sama."
BACA JUGA:Mengapa Thrifting dan Preloved Kian Digemari Anak Muda? Ini Alasannya
BACA JUGA:7 Tips Menjual Barang Preloved di E-Commerce
2. Selalu Berusaha Menciptakan Momen Kebersamaan
Seseorang dengan love language quality time tidak akan menunggu diajak. Mereka justru cenderung proaktif dalam merencanakan kegiatan bersama. Entah itu mengajak jalan kaki sore, masak bersama, menonton film di rumah, atau sekadar duduk di balkon sambil menikmati secangkir teh.
Mereka inisiatif dan konsisten. Bukan karena posesif, tetapi karena mereka sadar bahwa kualitas hubungan dibangun dari waktu yang diinvestasikan. Jika Anda sering merasa dikejar-kejar oleh pasangan atau sahabat Anda dengan ajakan "nonton yuk", "makan yuk", "jalan-jalan yuk, meski hanya ke minimarket", bisa jadi love language mereka adalah quality time.
Dalam hubungan romantis, mereka akan berusaha menjadwalkan quality time secara rutin, misalnya "tanggal merah wajib pergi" atau "setiap Jumat malam adalah date night".
3. Lebih Memilih Modal Waktu daripada Modal Uang
Ketika ditanya "kamu mau dikasih kado apa?", pemilik quality time tidak akan menjawab "handphone baru" atau "sepatu mahal". Mereka justru akan menjawab, "Kita pergi ke pantai saja, habiskan waktu berdua."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
