Disway Award

Membangun Desa Lewat Buku, Perpusnas Siapkan 15 Ribu Mahasiswa untuk KKN Tematik Literasi

Membangun Desa Lewat Buku, Perpusnas Siapkan 15 Ribu Mahasiswa untuk KKN Tematik Literasi

Perpusnas gerakan KKN Tematik Literasi di 1000 desa Indonesia dengan bantuan 15 ribu mahasiswa-Ilustrasi @tamanbacahendra-Instagram

INFORADAR.ID - Dalam upaya memperkuat budaya baca dan meningkatkan indeks gerakan literasi nasional, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tengah mempersiapkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi. 

Program ini akan melibatkan 15.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk diterjunkan ke 1.000 desa, membangun gerakan literasi dari tingkat akar rumput.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyatakan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antara Perpusnas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

KKN Tematik Literasi ini dirancang tidak hanya sebagai pengabdian masyarakat biasa, tetapi sebagai bentuk transformasi sosial berbasis literasi yang menyeluruh.

“Setiap desa akan didampingi sekitar 15 mahasiswa. Mereka tidak hanya mendistribusikan buku, tetapi juga menggerakkan berbagai kegiatan literasi untuk memastikan pemanfaatan buku secara fungsional oleh masyarakat,” ujar Aminudin kepada wartawan.

BACA JUGA:3 Alasan Banten Memisahkan Diri dari Jawa Barat

BACA JUGA:Mitos dan Fakta Mengenai Gaji PNS di Indonesia, Ini Lengkapnya

Sebagai bagian dari program ini, Perpusnas akan menyalurkan 10 juta buku ke taman bacaan masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia. 

Para mahasiswa akan berperan aktif dalam pengelolaan perpustakaan desa, pendampingan membaca, hingga pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan literasi yang kontekstual.

Tak hanya itu, program ini juga disertai dengan peluncuran Relawan Literasi Masyarakat (Relima), yang membuka ruang partisipasi publik lebih luas.

Sebanyak 180 relawan akan ditempatkan di 180 kabupaten/kota untuk mendampingi pengembangan literasi secara berkelanjutan.

“Kami ingin memperluas jangkauan layanan literasi. Literasi yang kami dorong bukan sekadar bisa membaca, tetapi membaca yang fungsional, yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” tambah Aminudin.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan membantu desa memanfaatkan dana desa untuk pembangunan perpustakaan dan kegiatan literasi lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: