Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Sampah Diolah Jadi Listrik untuk Energi Ramah Lingkungan
Ilustrasi: 500 ton sampah per hari akan dibuang ke TPSA Cilowong-Dok. Istimewa-
INFORADAR.ID - Sampah diolah jadi listrik? Pemerintah Indonesia kini semakin serius menangani persoalan lingkungan dengan menerbitkan aturan baru.
Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan solusi inovatif agar sampah diolah jadi listrik dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan.
Program ini diharapkan mampu mengurangi tumpukan limbah di kota besar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui teknologi sampah yang diubah jadi listrik ramah lingkungan.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah modern, di mana sampah diolah jadi listrik menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Kepala SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan, Dindikbud Fokus Pulihkan Aktivitas Belajar
BACA JUGA:Waduh, Gubernur Banten Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, BKD Tangani Proses Pemeriksaan
Krisis Sampah Perkotaan Dorong Pemerintah Bertindak Cepat
Data tahun 2023 mencatat, total timbunan sampah di Indonesia mencapai 56,63 juta ton per tahun.
Namun, baru 39,01% yang berhasil dikelola dengan baik, sementara 60,99% sisanya masih dibuang secara terbuka (open dumping).
Kondisi ini menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kedaruratan sampah di berbagai kota besar.
Dengan aturan baru tersebut, pemerintah ingin mempercepat penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, yang sebelumnya telah diatur dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018 namun belum berjalan efektif.
Investasi Rp91 Triliun untuk Proyek 33 Kota
Proyek besar pengolahan sampah diolah jadi listrik ini akan digarap oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan investasi mencapai Rp91 triliun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
