Neneng, Mahasiswa yang Memulai Karier MC di Tengah Kesibukan Kuliah
Potret Neneng saat mewakili UIN Banten-Neneng for Inforadar-
INFORADAR.ID - Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, Neneng Roiyatul Muawanah membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan potensi diri sekaligus mandiri secara ekonomi. Mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini dikenal aktif meniti karier sebagai Master of Ceremony (MC) di berbagai acara, baik akademik maupun non-akademik.
Neneng lahir pada Juni 2004 dan berasal dari keluarga sederhana. Ia tinggal di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Saat ini, Neneng tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN SMH Banten. Dari lingkungan sederhana itulah tumbuh semangatnya untuk terus belajar dan membantu kedua orang tua.
Awal ketertarikannya pada dunia MC berangkat dari kemampuan public speaking yang ia jadikan hobi. Bakat tersebut kemudian dikembangkan secara serius dan dimanfaatkan sebagai peluang untuk menambah pendapatan. Neneng mengaku, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan kuat dirinya berani melangkah dan mencoba dunia profesional sejak masih kuliah.
Dalam keterangannya, Neneng mengungkapkan bahwa dorongan dari lingkungan sekitar juga berperan besar. Banyak orang yang menilai suaranya memiliki karakter khas dan cocok menjadi MC. Dari situlah ia mulai percaya diri dan menerima berbagai panggilan untuk memandu acara, mulai dari kegiatan sekolah, pondok pesantren, hingga agenda kampus.
“Awalnya hanya hobi public speaking, lalu dimanfaatkan agar bisa membantu orang tua dan juga mengembangkan diri,” ujarnya.
BACA JUGA:Misi Menginspirasi di Balik Selempang Duta Kemenpora
BACA JUGA:Naufal Hatsyafiq Terpilih sebagai Winner Duta Bahasa FUDA
Seiring berjalannya waktu, Neneng semakin aktif mengisi berbagai acara, termasuk wedding dan event formal lainnya. Meski harus membagi waktu antara kuliah, tugas akademik, organisasi, dan pekerjaan, ia mengaku mampu mengatasinya dengan menerapkan skala prioritas. Jadwal MC biasanya ia ambil pada akhir pekan atau hari kuliah yang tidak memiliki kelas.
Namun, perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Tantangan yang kerap dihadapi adalah benturan jadwal, terutama ketika harus mengerjakan tugas kelompok di waktu yang bersamaan dengan jadwal MC. Meski demikian, Neneng berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan pengaturan waktu yang disiplin.
Pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika mendapatkan apresiasi langsung dari audiens setelah memandu acara. Pujian atas keberanian dan karakter suara yang dimilikinya menjadi suntikan kepercayaan diri. Bahkan, tak jarang dari satu acara, Neneng langsung mendapatkan tawaran pekerjaan baru dari orang yang hadir.
Dukungan dari keluarga, teman, dosen, hingga lingkungan kampus menjadi kekuatan utama Neneng untuk terus melangkah. Ia menyebut orang tua sebagai sumber doa dan motivasi terbesar dalam setiap proses yang dijalaninya.
Menurut Neneng, seorang MC tidak hanya dituntut memiliki kemampuan public speaking, tetapi juga manajemen emosi dan manajemen waktu. Kedua hal tersebut sangat penting agar tetap profesional di berbagai kondisi. Profesi MC juga memberikan dampak positif bagi kehidupan akademiknya, termasuk memperluas relasi dan meningkatkan kepercayaan dosen serta staf akademik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
