Disway Award

China Kuasai Harvard University, Ini Faktornya

China Kuasai Harvard University, Ini Faktornya

China kuasai Harvard University sebagai mahasiswa Asia terbanyak -Photograph: Rick Friedman/AFP/Getty Images-

INFORADAR.ID - Kampus impian sejuta pelajar di dunia, Harvard University ternyata paling banyak diisi sama mahasiswa asal China. Gak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai lebih dari seribu orang.

Melansir goodstats.id China menempati posisi pertama sebagai mahasiswa Asia terbanyak di Harvard University sebanyak 1.282. Di bawahnya ada India dengan 467 mahasiswa, Korea Selatan 252 orang, Singapura 117 orang, Jepang 110 orang, dan Indonesia sebanyak 80 orang.

Posisi Indonesia memang belum terlalu tinggi di Harvard University, tapi angka ini menunjukkan kalau makin banyak anak muda Indonesia yang mampu dan berani bersaing di level global.

Dominasi mahasiswa asal China di Harvard University tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Mahasiswa China dikenal agresif mempersiapkan diri melalui prestasi akademik, riset, hingga kemampuan finansial yang kuat untuk menembus universitas papan atas.

Berikut ini adalah ambisi dan budaya belajar di China sehingga mereka bisa menjadi mahasiswa Asia terbanyak di Harvard University.

BACA JUGA:Rekomendasi Waterpark di Banten untuk Liburan Akhir Tahun Bersama Keluarga

BACA JUGA:Banten Memanggil! Ini 5 Spot Wisata 'Hidden Gem' Paling Aesthetic Buat Healing Ala Gen Z

Budaya belajar 12 jam

Di balik tingginya jumlah mahasiswa asal China yang berhasil masuk Harvard, ada pola pembinaan yang sangat ketat sejak usia dini. Anak-anak di China sudah terbiasa menghadapi persaingan ekstrem, termasuk belajar hingga 12-16 jam setiap hari demi menghadapi ujian masuk perguruan tinggi nasional yang dikenal sebagai gaokao.

Pada 2025, jumlah peserta gaokao diperkirakan menembus lebih dari 13 juta siswa. Ujian ini terkenal sangat selektif dan kerap disebut sebagai salah satu ujian paling sulit di dunia. Gaokao menjadi pintu utama menuju universitas unggulan seperti Tsinghua, Peking, hingga kampus kelas dunia seperti Harvard.

Pendidikan sebagai prioritas utama

Faktor lain yang tak kalah penting adalah pandangan masyarakat China terhadap pendidikan. Bagi banyak keluarga, pendidikan bukan sekadar proses belajar, melainkan lambang martabat dan kebanggaan keluarga.

Tak mengherankan jika orang tua rela mengeluarkan dana besar mulai dari ratusan juta rupiah untuk les intensif, sekolah berasrama, hingga program khusus persiapan gaokao.

Bahkan, ada siswa yang memilih mengulang ujian demi kesempatan masuk universitas elite. Bagi mereka, pendidikan menyangkut masa depan keluarga sekaligus kontribusi bagi negara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: