Skor Integritas Pendidikan Banten Naik, Pemprov Bidik Level Adaptif
Skor Integritas Pendidikan Banten Naik, Pemprov Bidik Level Adaptif--Pemprov Banten
INFORADAR.ID - Indeks Integritas Pendidikan Banten 2026 mengalami peningkatan, dari skor 70,56 pada 2024 menjadi 71,88 pada 2026. Meski naik, Pemerintah Provinsi Banten masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendorong capaian tersebut dari kategori korektif menuju level adaptif.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan peningkatan skor tersebut menjadi sinyal positif dalam upaya membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurut Dimyati, capaian Banten pada 2026 menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Namun, peningkatan angka tersebut tidak boleh membuat pemerintah berhenti melakukan pembenahan.
"Alhamdulillah, skor kita sudah meningkat dari 70,56 pada tahun 2024 menjadi 71,88 di tahun 2026. Mudah-mudahan ke depan posisinya bisa naik menjadi adaptif," kata Dimyati.
Dalam Indeks Integritas Pendidikan, terdapat lima tingkatan, yakni rentan, korektif, adaptif, kuat, dan tangguh. Saat ini, posisi Banten masih berada dalam kategori korektif sehingga pemerintah menargetkan adanya peningkatan ke level berikutnya.
BACA JUGA:Buka Program Namu Balai Kota, Pemprov DKI Jakarta Ajak Warga Tur Ruang Gubernur
BACA JUGA:Raih Leadership Awards CNN, Meutya Hafid hingga Jenderal Listyo Sigit Sabet Penghargaan
Dimyati menyebut target tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan skor, tetapi juga ingin memastikan nilai integritas benar-benar menjadi bagian dari keseharian di lingkungan sekolah dan pendidikan.
"Ini yang perlu dipacu bersama-sama supaya meningkat ke level adaptif. Syukur-syukur bisa menjadi kuat," ujarnya.
Menurutnya, penguatan integritas di sektor pendidikan juga berkaitan dengan upaya mencegah munculnya praktik korupsi, kolusi, serta budaya kerja yang tidak sesuai dengan nilai integritas. Karena itu, tanggung jawab tersebut tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
Pemprov Banten pun mendorong penanaman nilai integritas sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki karakter sekaligus kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Salah satu upaya yang didorong adalah penguatan kurikulum muatan lokal yang mengarah pada pendidikan karakter. Program tersebut diharapkan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga membangun budaya integritas di kalangan tenaga pendidik.
BACA JUGA:Bansos Oktober Mulai Disalurkan, Mengapa Data Penerima Harus Terus Diperbarui?
BACA JUGA:RUU Satu Data Indonesia Segera Diputuskan, Seberapa Besar Dampaknya bagi Data Masyarakat?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: