Kelompok Tani 'Surya Tani' Tingkatkan Perekonomian Lewat Manajemen Ekonomi Sirkular
Kelompok Tani Surya Tani di Kabupaten Lebak-UPN Veteran Jakarta-
LEBAK, INFORADAR.ID – Kelompok tani di Kampung Cigundi, Desa Mekaragung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dilatih penguatan manajemen usaha tani dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Kegiatan ini merupakan program Kolaborasi PKM Internasional (KPI) dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), di bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari UPNVJ.
Beberapa dosen yang tergabung dalam tim pelaksana antara lain Jerry Marmen, MS., M.Ec., M.Mgt., Ph.D. (ketua tim), Siti Hidayati, SE., M.M., Airlangga Surya Kusuma, S.E., M.Sc., Dr. Guntur Syahputra Saragih, M.SM., S.E., dan bersama dua dosen dari Walailak University, yaitu Asst. Prof. Dr. Shubham Pathak, dan Dr. Nittida Sudmai.
Ketua Tim Pelaksana Jerry Marmen mengatakan, pelatihan berlangsung selama 9 hari dari 12 - 20 juni 2025, peserta diajak memahami bagaimana hasil pertanian dan limbah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya produktif. Selain itu, pelatihan juga mendorong penguatan struktur organisasi dalam kelompok tani agar lebih solid dan terarah.
"Sasaran utama kegiatan adalah Kelompok Tani “Surya Tani” yang selama ini menjalankan pertanian secara konvensional. Potensi besar yang dimiliki kelompok ini menjadi alasan utama dipilihnya mereka sebagai mitra program," katanya.
Dijelaskan Jerry, para petani menunjukkan respons yang sangat positif. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa limbah pertanian bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk, pakan, atau produk bernilai ekonomi lainnya. "Pelatihan ini membuka wawasan baru dan menumbuhkan semangat untuk mengelola pertanian secara lebih efisien dan modern," jelasnya.
Program ini, kata Jerry, membuktikan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat bisa membawa dampak nyata. Tidak hanya memperkuat aspek teknis dan manajerial, tapi juga membantu petani lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan ke depan.
Harapannya, praktik yang diperkenalkan dalam program ini bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk mengembangkan usaha berbasis kemandirian dan keberlanjutan.
“Program ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, tetapi menjadi titik awal perubahan nyata dalam pola pengelolaan pertanian di tingkat desa. Kami ingin para petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan usaha tani mereka secara mandiri, berkelanjutan, dan bernilai tambah,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
