BELIEVE: Takdir, Mimpi, dan Keberanian untuk Melangkah
Film Believe tentang mimpi dan keberanian--
INFORADAR.ID Setiap manusia hidup berdampingan dengan takdir. Ia tidak selalu ramah, sering kali datang dalam bentuk luka, kehilangan, dan keraguan. Namun di balik takdir itulah, mimpi tumbuh diam-diam, rapuh, tapi terus bertahan.
Film BELIEVE merangkum ketiganya dalam satu napas: takdir yang tak bisa dipilih, mimpi yang diperjuangkan, dan keberanian untuk tetap melangkah.
Film ini tidak sekadar bercerit tentang sukses atau kegagalan. BELIEVE mengajak penonton menyelami perjalanan batin seorang tokoh yang berkali-kali dipaksa menyerah oleh keadaan, namun memilih untuk percaya pada mimpi, pada diri sendiri, dan pada kemungkinan yang belum terlihat.
Takdir dalam film ini bukan digambarkan sebagai vonis mutlak, melainkan sebagai titik awal. Ada kondisi yang tak bisa dihindar, ada masa lalu yang tak dapat diubah. Namun film ini menegaskan satu hal penting: manusia selalu punya pilihan atas sikapnya terhadap takdir itu sendiri.
Mimpi dalam BELIEVE hadir bukan sebagai angan-angan kosong. Ia tumbuh dari rasa sakit, dari keterbatasan, dari situasi yang membuat tokohny kerap merasa kecil dan tak berarti. Justru di sanalah mimpi menjadi alasan untuk bertahan—sebuah cahaya kecil yang menjaga harapan agar tidak padam.
Yang paling kuat dari film ini adalah pesan tentang keberanian. Keberanian bukan berarti tanpa takut, melainkan tetap melangkah meski rasa takut itu nyata. Berani gagal, berani jatuh, berani dicemooh, dan berani percaya ketika tak ada lagi yang bisa diandalkan selain keyakinan sendiri.
BELIEVE mengingatkan kita bahwa percaya adalah sebuah tindakan. Ia menuntut konsistensi, kesabaran, dan keteguhan hati. Percaya bahwa hari esok bisa lebih baik, meski hari ini terasa berat. Percaya bahwa mimpi layak diperjuangka, meski jalan yang ditempuh penuh luka.
Pada akhirnya, film ini bukan hanya tentang tokohnya, tetapi tentang kita semua. Tentang siapa pun yang pernah ragu, pernah hampir menyerah, namun masih menyimpan secercah harapan. BELIEVE adalah ajakan lembut namun tegas: jangan berhenti percaya, karena keberanian sering kali lahir dari keyakinan yang paling sunyi.
Fikri Habib Hassar Maldya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla’ul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
