Disway Award

Rahasia Sei Sapi Serang: Kuliner Legendaris Banten yang Bikin Ketagihan!

Rahasia Sei Sapi Serang: Kuliner Legendaris Banten yang Bikin Ketagihan!

Gambar Sei Sapi Dan Ayam-pinterest-

INFORADAR.ID - Bayangkan daging sapi empuk yang meleleh di mulut, diselimuti kuah kental berbumbu rempah yang nendang, ditambah aroma kayu manis dan cengkeh yang bikin hidung bergoyang.

Itulah Sei Sapi Serang, kuliner legendaris asal Banten yang sudah eksis sejak era kolonial Belanda. 

Bukan sate biasa, bukan gulai standar ini adalah hidangan yang punya cerita panjang, resep turun-temurun, dan kekuatan magis untuk bikin siapa pun ketagihan. 

Kalau kamu lagi cari rekomendasi kuliner unik di pinggiran Jakarta, Serang adalah jawabannya. Yuk, kita kupas rahasia di balik sei sapi yang satu ini.

Sei Sapi bukan makanan baru. Namanya sendiri berasal dari kata "sate" yang diucap ala Betawi-Serang, tapi bentuknya beda banget. 

Konon, hidangan ini lahir di awal abad ke-20, dibawa oleh pedagang keliling dari Anyer ke Serang. 

Mereka menjajakan daging sapi yang ditusuk bambu, direbus lama dengan bumbu rempah khas Banten seperti serai, lengkuas, dan daun salam. 

Saat era VOC, sei sapi jadi makanan favorit para pelaut Belanda yang singgah di pelabuhan Banten—bayangkan, daging murah meriah tapi rasa mewah.

Di Serang sendiri, sei sapi meledak popularitasnya pasca-kemerdekaan. Pedagang kaki lima di sekitar Pasar Lama Serang dan Alun-Alun mulai ramai. 

Hingga kini, hidangan ini jadi simbol kuliner Banten, sering disebut sebagai "adiknya sate maranggi" tapi dengan twist kuahnya yang kental. 

UNESCO aja belum angkat jadi warisan budaya, tapi buat warga lokal, sei sapi adalah warisan tak ternilai. Fun fact: Nama "sei" katanya dari suara "sisss" saat daging ditusuk tusuk.

Apa sih yang bikin sei sapi ini beda dari sate lain? Pertama, proses masaknya unik. 

Daging sapi (biasanya has dalam atau sandung lamur) dipotong dadu besar, ditusuk 4-5 potong per tusuk, lalu direbus berjam-jam dalam bumbu hingga empuk banget—bukan dibakar seperti sate biasa. 

Kedua, tekstur dan rasa. Dagingnya juicy, tidak kenyal, dan menyerap bumbu sempurna. Disajikan dengan lontong, acar timun, sambal tomat pedas, dan taburan bawang goreng. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: