Disway Award

Lepet Pandeglang: Si Kenyal Gurih Peneman Ngopi Paling Pas

Lepet Pandeglang: Si Kenyal Gurih Peneman Ngopi Paling Pas

Makanan tradisional pandeglang lepeut --

PANDEGLANG - INFORADAR.ID kalau kamu yang lagi jalan-jalan ke daerah Banten, khususnya PANDEGLANG, rasanya nggak afdal kalau belum nyobain yang namanya Leupeut atau Lepet.

Makanan ini sekilas mirip London, tapi beda banget dari segi rasa dan teksturnya. Lepet Pandeglang punya ciri khas tekstur yang lebih lekket (lengket) dan kenyal karena bahan utamanya adalah beras ketan putih yang dicampur dengan kelapa muda.

Wangi jalur yang membungkusnya bikin aromanya sangat menggoda, apalagi kalau baru matang dan masih hangat. 

Bagi masyarakat Pandeglang, lepet ini bukan sekedar jajanan pasar biasa, tapi juga memiliki nilai tradisi yang kuat.

Biasanya, makanan ini jadi "primadona" saat momen lebaran tiba atau acara syukuran adat. Proses perbuatannya pun terbilang unik; beras ketan harus diaduk rata dengan santan dan garam lalu di dibungkus jalur kuning yang dililit dengan ikatan tali yang sangat kencang.

Ikatan ini nggak boleh sembarangan ikat, karena tujuannya biar tekstur kesannya jadi padat dan nggak gampang basi saat direbus berjam-jam.

Selain rasa original yang gurih kelapa, beberapa pembuat lepet di Pandeglang juga sering menambahkan kacang tanah atau kacang merah di dalamnya untuk memberikan sensasi crunchy disetiap gigitannya.

Karena daya tahannya yang cukup lama. Lepet juga sering banget dijadikan bekal perjalanan atau oleh-oleh buat dibawa pulang ke kota.

Paling enak dinikmati sambil menyeruput kopi hitam atau teh pahit di sore hari bareng keluarga atau teman-temanmu.

Filosofi di Balik Bungkus Janur 

Di balik bentuknya yang sederhana, lepet juga punya makna yang di dalam banget buat orang Banten.

Namanya lepet juga sering dikaitkan dengan istilah "disilep sing rapet" yang artinya ditutup yang rapat.

Ini melambangkan simbol permohonan maaf, dimana segala kesalahan dan kekhilafan di masa lalu ditutup rapat-rapat dan diganti dengan silaturahmi yang baru.

Jadi, setiap kali kamu makan sepotong lepet, ada doa dan harapan baik yang terselip di dalam balutan janurnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: