Benarkah Semprot Parfum di Leher Bisa Sebabkan Kanker Tiroid? Begini Penjelasan Dokter

Benarkah Semprot Parfum di Leher Bisa Sebabkan Kanker Tiroid? Begini Penjelasan Dokter

Benarkah Semprot Parfum di Leher Bisa Sebabkan Kanker Tiroid? Begini Penjelasan Dokter--

INFORADAR.ID - Mitos tentang menyemprotkan parfum di leher yang disebut-sebut dapat memicu kanker tiroid kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut membuat banyak orang, terutama anak muda, mulai ragu menggunakan parfum di area leher.

Padahal, para dokter menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa menyemprotkan parfum di leher secara langsung dapat menyebabkan kanker tiroid.

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi RS Pondok Indah, Diani Kartini, menegaskan bahwa parfum yang mengenai kulit leher tidak memiliki mekanisme yang terbukti dapat memicu terbentuknya kanker tiroid.

“Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya,” kata Diani Kartini. Ia menambahkan bahwa beberapa zat memang dapat bersifat karsinogenik, tetapi efeknya bergantung pada jenis zat, dosis paparan, serta cara kerjanya di dalam tubuh.

Pendapat serupa disampaikan ahli endokrinologi dari Boston Medical Center, Elizabeth Pearce. Menurutnya, hubungan antara kebiasaan menyemprot parfum di leher dengan kanker tiroid sangat jauh dan belum didukung bukti ilmiah yang memadai.

BACA JUGA:Berat Badan Turun Cepat Belum Tentu Aman, Dokter Ungkap 5 Tips Hindari Efek Yoyo Saat Diet

BACA JUGA:Tips Diet Sehat ala Dokter Gizi: Makan di Warteg Tetap Bisa Turun Berat Badan, Kuncinya Ada di Menu Ini

Elizabeth menjelaskan bahwa beberapa kandungan wewangian memang diduga dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid. Namun, hal tersebut tidak berkaitan dengan penyerapan parfum yang disemprotkan langsung pada area leher.

Ahli endokrinologi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Kathleen Wyne, juga menyebut masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan saat menggunakan parfum di leher. Sebagian besar kandungan parfum akan diserap oleh kulit dan masuk ke aliran darah, bukan langsung menuju kelenjar tiroid.

Menurut Kathleen, letak kelenjar tiroid yang berada di balik lapisan kulit, lemak, fasia, dan otot membuat zat dari parfum sangat sulit mencapai organ tersebut hanya melalui penggunaan topikal.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih produk parfum. Salah satu hal yang disarankan adalah memeriksa kandungan bahan sebelum membeli, terutama menghindari produk yang mengandung ftalat dan paraben jika digunakan dalam jangka panjang.

Penelitian dari University of California, Berkeley menemukan bahwa sejumlah parfum mengandung ftalat, yakni senyawa yang digunakan agar aroma lebih tahan lama. Zat tersebut dikenal sebagai salah satu bahan yang berpotensi mengganggu sistem endokrin apabila terpapar secara berulang dalam waktu lama.

BACA JUGA:Ancaman Hidden Sodium (Natrium Tersembunyi) di Balik Makanan Sehari-hari yang Memicu Hipertensi

BACA JUGA:Ketahui Kandungan Carica, Buah Khas Dieng yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: