INFORADAR.ID - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Di tengah kondisi tersebut, personel pemadam kebakaran (Damkar) ikut turun langsung membersihkan abu di sejumlah fasilitas publik.
Penyemprotan dilakukan menggunakan mobil Damkar, mulai dari ruas jalan hingga fasilitas pelayanan masyarakat seperti rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi material abu yang menempel dan mengendap di berbagai permukaan.
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan keterlibatan personel Damkar merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi kondisi bencana.
“Kehadiran personel Damkar di Lampung dan lain-lain adalah bukti kehadiran negara di lokasi bencana dalam waktu yang cepat,” ujar Safrizal, Selasa (8/9/2026).
Menurut Safrizal, tugas Damkar tidak sebatas menangani kebakaran. Personel juga memiliki peran dalam penanggulangan berbagai kondisi darurat, termasuk ketika terjadi bencana alam.
BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, ASN Berpeluang WFH: Keputusan Ada di Pimpinan Instansi
BACA JUGA:BMKG Pantau Dua Klaster Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Bandara Ditutup
Ia pun mengapresiasi personel Damkar Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Bogor, dan sejumlah daerah lain yang bergerak melakukan pembersihan abu vulkanik di ruang publik.
Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan air ke jalan dan berbagai fasilitas umum hingga area rumah sakit. Abu yang mengendap perlu dibersihkan karena dapat kembali beterbangan ketika tertiup angin atau dilintasi kendaraan.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena sebaran abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, sejumlah lokasi yang terdampak menjadi sasaran pembersihan agar lingkungan publik tetap dapat digunakan.
Selain melakukan penanganan saat bencana, Safrizal menjelaskan Damkar memiliki tugas pokok dalam mencegah kebakaran melalui sosialisasi, edukasi, serta berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kebakaran di tengah masyarakat.
Personel Damkar juga bertugas melakukan penyelamatan korban jiwa dan harta benda serta evakuasi dalam berbagai keadaan darurat. Tugas tersebut mencakup penanganan kebakaran, bencana alam, kecelakaan, hingga penyelamatan hewan dan barang berharga.
BACA JUGA:BMKG Pantau Dua Klaster Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Bandara Ditutup
BACA JUGA:Dr Tirta Bagikan Tips Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Jangan Disapu, Pakai Masker
Dalam penanganan abu vulkanik, Safrizal mendorong adanya kolaborasi antara Damkar dan Polri. Kendaraan penyemprotan milik kepolisian dapat digunakan bersama untuk mempercepat pembersihan di wilayah terdampak.