INFORADAR.ID — Lando Norris mengambil langkah baru di luar lintasan Formula 1. Pembalap McLaren tersebut resmi ikut mendirikan tim balap junior bernama LN4 Fusion yang akan menjadi wadah pengembangan pembalap muda.
Tim baru ini dirancang untuk mengikuti beberapa jenjang balap single-seater sebelum seorang pembalap mencapai Formula 1. LN4 Fusion dijadwalkan mulai berkompetisi pada musim 2027.
Pada musim perdananya, LN4 Fusion akan turun di Italian Formula 4, Formula Regional European Championship, dan FIA Formula 3. Tim tersebut juga tengah mengupayakan kesempatan untuk tampil di Formula 2.
Kehadiran LN4 Fusion menjadi bagian dari ambisi Norris untuk ikut membangun jalur pembinaan pembalap sejak usia muda. Ia ingin memberikan kesempatan lebih besar kepada talenta yang memiliki kemampuan untuk berkembang di dunia motorsport.
Norris juga memperkenalkan LN4 Legacy Programme, sebuah program pengembangan yang ditujukan bagi pembalap muda berbakat. Program ini memberikan dukungan berupa pembinaan, pendampingan, serta bantuan dalam perjalanan karier mereka.
Salah satu perhatian utama dari program tersebut adalah persoalan biaya. Dunia balap junior membutuhkan dana besar sehingga tidak semua pembalap berbakat memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan karier.
Melalui program tersebut, Norris berusaha mengurangi hambatan finansial yang kerap menjadi persoalan bagi pembalap muda. Dukungan akan diberikan kepada talenta yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.
LN4 Fusion juga diperkuat oleh sejumlah sosok berpengalaman. René Rosin dipercaya sebagai team principal, sedangkan Guillaume Capietto bergabung sebagai racing director. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan tim balap junior.
Untuk memperkuat langkah menuju Formula 3, LN4 Fusion mengambil alih sejumlah aset dari AIX Racing, termasuk hak masuk ke grid F3 musim 2027. Tim ini juga telah menyatakan ketertarikannya untuk mengikuti proses seleksi menuju Formula 2.
Bagi Norris, proyek tersebut menjadi cara untuk berkontribusi terhadap masa depan motorsport. Setelah meraih gelar juara dunia F1 pada 2025, pembalap asal Inggris itu kini mulai membangun jalur baru dengan membantu generasi berikutnya mengejar mimpi tampil di Formula 1.
Penulis: Ghaida Fathya Umami mahasiswa magang Universitas Serang Raya