Kualitas Udara Singapura Sentuh Level Tidak Sehat Imbas Kabut Asap RI

Kualitas Udara Singapura Sentuh Level Tidak Sehat Imbas Kabut Asap RI

Singapura kembali dilanda krisis polusi udara!--

INFORADAR.ID – Kualitas udara di wilayah tengah Singapura memburuk hingga masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan laporan dari laman CNBC Indonesia, National Environment Agency (NEA) Singapura mencatat bahwa Indeks Standar Pencemar (Pollutant Standards Index/PSI) 24 jam di wilayah tengah telah menembus angka 101 dan meningkat hingga 105 pada rentang waktu pemantauan pagi hari.

Lonjakan indeks pencemaran tersebut dipicu oleh meningkatnya risiko kabut asap lintas batas dari wilayah tetangga. Dalam standar pengukuran NEA Singapura, ambang batas PSI 101 hingga 200 telah tergolong ke dalam kategori tidak sehat, dengan partikel halus PM2.5 tercatat sebagai polutan dominan yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Penyebab utama dari penurunan kualitas udara ini berkorelasi langsung dengan terdeteksinya lonjakan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, serta Pulau Kalimantan.

Asap pekat terpantau membumbung dan bergerak melintasi batas negara di kawasan ASEAN bagian selatan yang saat ini sedang mengalami musim kemarau dan kondisi cuaca kering berkepanjangan.

Merespons kondisi tersebut, NEA mengimbau seluruh warga Singapura, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis, untuk mengurangi atau meminimalkan aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga menginstruksikan setiap perusahaan agar menyediakan alat pelindung diri seperti masker atau respirator bagi para pekerja luar ruangan.

Sebagaimana disajikan dalam ulasan CNBC Indonesia, ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) telah menaikkan status peringatan kabut asap ke Level 2 untuk kawasan ASEAN bagian selatan. Seluruh pihak terkait diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi kabut asap lintas batas diperkirakan masih akan bertahan tinggi selama kondisi iklim kering terus berlangsung di area rawan kebakaran.

Pemerintah Singapura bersama badan pemantau lingkungan setempat terus melakukan koordinasi intensif guna mengantisipasi pemburukan kualitas udara secara berkala. Pemantauan ketat tidak hanya dilakukan pada kawasan pemukiman, melainkan juga menyasar area bisnis utama dan pusat kegiatan publik. Langkah antisipasi ini mencakup persiapan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani lonjakan potensi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap meningkat selama periode krisis pencemaran udara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: