Perempuan yang Menyimpan Malam di Kulitnya

Kamis 09-07-2026,15:00 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

Sekarwangi tahu itu. Ia memelihara jarak seperti seorang dukun memelihara mantra, cukup dekat untuk bekerja, cukup jauh untuk tidak memakan diri sendiri.

“Aku bukan perempuan untuk dimiliki,” katanya suatu malam. “Aku adalah pengalaman.”

****************

Kami berpisah tanpa perpisahan. Aku bangun suatu pagi dan ia sudah pergi. Tidak ada catatan, tidak ada alamat. Hanya bau samar di bantal, bau malam, bau hujan yang jatuh di tanah panas.

Berbulan-bulan kemudian, aku masih merasakan telapak tangannya di kulitku. Seperti bekas luka yang tidak sakit, tapi selalu mengingatkan bahwa sesuatu pernah terjadi.

Kini aku tahu:

Sekarwangi bukan sihir hitam.

Ia adalah perempuan yang menolak menjadi terang agar lelaki belajar melihat dalam gelap.

Dan aku, yang pernah disentuh oleh asap di telapak tangannya, akan selamanya berjalan dengan sedikit malam di dalam dada. 

 

Kategori :