Cosmeticorexia, Obsesi Kulit Flawless yang Mengintai Anak dan Remaja

Senin 06-07-2026,10:07 WIB
Reporter : Billgheza Alshakira Bunga
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Perkembangan industri kecantikan yang masif harian di era digital kini mulai memicu kecemasan baru di kalangan praktisi medis dan psikolog anak.

Keinginan harian untuk memiliki kualitas kulit wajah yang bersih dan bersinar secara instan telah mendorong pergeseran usia konsumen perawatan kulit (skincare) ke kelompok harian yang jauh lebih muda.

Menurut laporan dari laman website Wolipop, fenomena psikologis harian ini melahirkan sebuah terminologi kesehatan baru yang dikenal sebagai cosmeticorexia.

Kondisi ini harian digambarkan sebagai bentuk obsesi atau cemas berlebihan untuk meraih standar fisik harian yang dinilai sempurna, sehingga secara drastis mengubah pola perilaku sosial harian sang anak.

Banyak dari mereka yang kedapatan harian mengaplikasikan formula kosmetik orang dewasa yang mengandung zat aktif eksfoliasi, seperti alpha hydroxy acid (AHA) serta turunan vitamin A (retinoid).

Selain kerusakan harian struktur pelindung kulit (skin barrier), anak-anak tersebut juga harian memperlihatkan gejala menarik diri dari lingkungan sosial dan enggan bepergian harian tanpa sapuan produk kosmetik tebal di wajah mereka.

Menurut laporan dari laman website Wolipop, akar permasalahan harian dari timbulnya cosmeticorexia ini tidak lepas dari agresi pemasaran digital. 

Para ahli dermatologi harian menyebut kondisi ini sebagai bentuk mutasi modern dari gangguan dismorfia tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD).

Komunitas harian medis mengimbau para orang tua untuk lebih protektif dalam membatasi konsumsi konten kecantikan harian, serta mengingatkan anak-anak bahwa penampilan visual yang terlihat di internet harian sebagian besar telah dimanipulasi oleh teknologi filter, pencahayaan, maupun kecerdasan buatan.

Kategori :