Dikit-Dikit Berlindung di Balik Tameng Avoidant, Fenomena Self-Diagnosis Hubungan Remaja

Kamis 25-06-2026,12:33 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

Hubungan yang seharusnya didasari oleh kompromi dan keterbukaan justru berubah menjadi ruang yang penuh tebak-tebakan dan kecemasan bagi salah satu pihak.

Lebih jauh lagi, tameng avoidant ini juga kerap digunakan sebagai jalan pintas untuk melakukan ghosting atau menghilang tanpa kabar.

Mereka yang enggan memberikan kepastian atau merasa bosan dengan pasangannya akan dengan mudah mengatakan bahwa mereka butuh ruang karena karakter mereka yang tidak bisa ditekan.

Hal ini membuat perilaku tidak bertanggung jawab seolah-olah mendapatkan legitimasi atas nama kesehatan mental.

Sejumlah komunitas pemuda mulai menyuarakan pentingnya literasi kesehatan mental yang lebih bijak agar fenomena ini tidak terus bergulir.

Mereka mengadakan diskusi-diskusi kecil untuk meluruskan bahwa memiliki kecenderungan tertentu bukan berarti seseorang boleh mengabaikan perasaan orang lain.

Menghargai perasaan pasangan tetap merupakan kewajiban moral yang tidak bisa ditawar dengan alasan kepribadian apa pun.

Para ahli mengingatkan bahwa attachment style bukanlah sebuah harga mati yang tidak bisa diubah atau diperbaiki seiring berjalannya waktu.

Seseorang yang memiliki kecenderungan menarik diri sebenarnya tetap bisa belajar untuk mengomunikasikan batas-batas kenyamanan mereka dengan cara yang lebih sehat dan dewasa.

Oleh karena itu, komunikasi yang jujur tetap memegang peranan paling penting dalam mempertahankan keharmonisan sebuah hubungan.

Dengan adanya fenomena ini, masyarakat diharapkan bisa lebih kritis dalam menyerap informasi psikologi yang bertebaran di dunia maya.

Mengerti kondisi diri sendiri adalah hal yang baik, namun menjadikannya sebagai alasan untuk bersikap egois dan menghindari kedewasaan justru akan merugikan diri sendiri di masa depan.

Hubungan yang sehat pada akhirnya tetap membutuhkan keberanian dua belah pihak untuk saling mendengarkan dan menghadapi masalah bersama.

Kategori :