Fenomena Psikologis Mengapa Hidup Selalu Terasa Ada yang Kurang

Jumat 26-06-2026,14:57 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID- Pernahkah Anda terbangun di pagi hari, menyadari bahwa Anda sudah mencapai banyak hal yang dulu hanya bisa diimpikan, namun tetap saja ada rasa kosong yang mengganjal di dalam dada?

Perasaan bahwa hidup selalu ada yang kurang adalah hal yang sangat wajar dan dialami oleh hampir semua manusia dari berbagai lapisan masyarakat.

Di saat satu tujuan besar telah tercapai baik itu mendapatkan pekerjaan impian, menikah dengan pasangan hidup yang didambakan, membeli rumah, atau sekadar memiliki barang keluaran terbaru euforia dan kepuasan yang didapat seringkali hanya bersifat sementara.

Sindrom "Saya akan bahagia jika..." terus berulang, memikat kita dalam siklus pencarian tanpa akhir, di mana pikiran dengan cepat beralih mencari apa lagi yang belum dimiliki.

BACA JUGA: Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Pembangunan Untirta Sukses Adakan IMPACT, fokus pada Pengembangan Pengurus

BACA JUGA:Kronologi Lengkap Wanita Bandung Diduga Disekap Pacar Selama 3 tahun

Secara psikologis, fenomena ini dikenal luas dengan konsep adaptasi hedonik (hedonic treadmill).

Manusia memiliki kecenderungan bawaan yang unik untuk dengan cepat kembali ke tingkat kebahagiaan dasar (baseline) mereka, tidak peduli seberapa besar pencapaian, peningkatan kekayaan, atau peristiwa positif yang baru saja terjadi.

Lebih dalam lagi, ilmu neurosains menjelaskan bahwa otak kita didorong oleh hormon dopamin, yang ternyata lebih banyak dilepaskan saat kita mengantisipasi dan mengejar sebuah hadiah, dibandingkan saat kita benar-benar mendapatkannya.

Otak manusia memang didesain secara evolusioner untuk terus bertahan hidup dan berkembang.

BACA JUGA:Jebung Kolaborasi dengan Girl Group Nona di Lagu “Rollerblade”, Berawal dari TikTok ke Rilis Resmi

BACA JUGA:LinkedIn Rilis Fitur Connected Apps, Skill dari Aplikasi Favorit Kini Bisa Muncul di Profil

Rasa tidak puas dan kegelisahan ini sebenarnya adalah warisan dari nenek moyang kita sebuah mekanisme bertahan hidup yang mendorong manusia untuk terus mencari sumber daya, merasa tidak cepat puas dengan zona nyaman, dan berinovasi demi kelangsungan spesies.

Selain faktor biologis dan evolusi, gaya hidup modern dan masifnya penggunaan media sosial juga memiliki peran yang sangat tajam dalam memperparah perasaan hampa ini.

Setiap hari, kita disuguhi oleh potret kehidupan orang lain yang telah dikurasi agar tampak sempurna.

Kategori :