INFORADAR.ID - Sebuah pencapaian besar kembali ditorehkan oleh vendor teknologi asal China, Xiaomi, di panggung industri seluler internasional. Laporan data riset pasar terbaru dari Counterpoint Research untuk periode kuartal pertama 2026 menunjukkan bahwa perangkat pintar kelas bawah (entry-level), Xiaomi Redmi A5, berhasil mengukir prestasi dengan menembus daftar 10 besar produk smartphone paling laris di dunia.
Pencapaian ini tergolong sangat impresif sekaligus menandai kembalinya lini seri Redmi A ke jajaran elit ponsel terpopuler di tingkat global. Pasalnya, dalam beberapa periode pelaporan sebelumnya, daftar peringkat bergengsi tersebut hampir selalu didominasi secara mutlak oleh produk-produk premium rakitan Apple dan Samsung.
Kehadiran Redmi A5 di posisi ke-10 menjadikannya sebagai satu-satunya alternatif gawai non-iPhone dan non-Galaxy yang mampu berbicara banyak di pasar internasional saat ini.
Di antara deretan produk papan atas yang mengisi daftar sepuluh besar tersebut, Redmi A5 tercatat memegang predikat sebagai gawai dengan harga jual paling murah. Untuk pasar konsumen di Indonesia, perangkat ini dipasarkan secara resmi dengan harga mulai dari kisaran Rp1,5 jutaan untuk konfigurasi kapasitas memori standar.
Meski dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, Xiaomi tidak pelit dalam menyematkan spesifikasi komponen penunjang performanya. Redmi A5 dibekali dengan panel layar jenis IPS LCD berukuran luas sebesar 6,88 inci.
Layar ini sudah mendukung kemampuan laju penyegaran tinggi (refresh rate) hingga 120 Hz, sebuah fitur yang umumnya absen di kelas harga sejutaan, serta tingkat kecerahan layar harian yang mencapai 450 nits dengan resolusi ketajaman visual 1.640 x 720 piksel (HD+).
Untuk sektor dapur pacu, performa operasional dari perangkat ini mengandalkan efisiensi dari chipset Unisoc T7250 yang dibangun menggunakan metode proses fabrikasi 12 nanometer.
Unit prosesor pusat (CPU octa-core) pada chipset ini mampu menghasilkan kecepatan komputasi hingga 1,8 GHz, yang kemudian dipadukan dengan pilihan kapasitas RAM dinamis sebesar 4 GB atau 8 GB, serta ruang penyimpanan media internal (storage) berkapasitas 128 GB yang masih bisa diperluas melalui slot kartu memori eksternal (microSD).
Beralih ke fitur dokumentasi, Redmi A5 mengusung modul kamera utama di bagian punggung bodi beresolusi 32 MP dengan bukaan lensa f/2.0 yang telah diperkuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) serta didampingi oleh satu lensa sensor tambahan.
Jika dikomparasikan, angka resolusi kamera utama ini memang sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan model pendahulunya, Redmi A4, yang sempat mengadopsi kamera utama beresolusi 50 MP.
Namun sebagai bentuk kompensasi atas penyesuaian tersebut, Xiaomi memberikan peningkatan performa yang cukup signifikan pada sektor kamera depan (selfie camera) dengan menyematkan lensa beresolusi 8 MP (f/2.0), sebuah ukuran yang jauh lebih besar dan tajam dibandingkan generasi pendahulunya untuk menunjang kebutuhan panggilan video.
Untuk urusan ketahanan operasional, ponsel dengan bobot fisik 193 gram ini disokong oleh baterai berkapasitas besar mencapai 5.200 mAh. Suplai daya yang besar tersebut dipadukan dengan sistem pengisian daya cepat (fast charging) dengan output daya terbatas sebesar 15 watt melalui port pengisian modern berjenis USB-C.
Perangkat ini juga sudah dibekali dengan fitur ketahanan fisik berupa sertifikasi IP52 yang menjamin bodi ponsel aman dari risiko cipratan air normal maupun partikel debu jalanan.
Berdasarkan rincian informasi data yang tertera pada kanal situs penjualan resmi Xiaomi Indonesia (mi.com), unit Redmi A5 untuk varian terendah dengan konfigurasi RAM 4 GB serta memori penyimpanan 128 GB saat ini dilepas ke pasaran dengan harga resmi Rp1.599.000. Ponsel entry-level berdesain trendi ini ditawarkan ke dalam tiga varian opsi warna estetik, yaitu warna hitam (Midnight Black), hijau (Lake Green), serta emas (Sandy Gold).
Tarif penjualan yang berlaku saat ini tercatat telah mengalami penyesuaian atau kenaikan minor jika dibandingkan dengan harga awal masa pengenalannya yang sempat menyentuh kisaran angka Rp1,1 jutaan. Kebijakan pergeseran nilai jual ini sejalan dengan tren kenaikan harga massal yang menimpa sejumlah lini produk gawai pintar Xiaomi dan Redmi di Indonesia sejak awal April 2026 lalu.