Salah satu momen paling berkesan bagi Fandi adalah ketika ia membuat konten ngamen sholawat dan hasilnya didonasikan kepada orang yang membutuhkan. Dari pengalaman tersebut, ia memetik pelajaran tentang arti berbagi.
“Di situ banyak maknanya, bahwa berbagi rezeki tidak harus menunggu kaya,” katanya.
Melalui kontennya, Fandi berharap semakin banyak anak muda yang mulai menjalani gaya hidup yang lebih positif.
“Semoga semakin banyak anak muda yang menormalisasi tongkrongan sehat dan suka membaca sholawat,” tutupnya.
Langkah sederhana Fandi menjadi bukti bahwa dakwah bisa dilakukan dengan cara yang dekat dengan generasi masa kini melalui konten yang ringan, relevan, dan penuh makna.
Penulis : Nur Anis /GenRB