Keutamaan dan Amalan 10 Hari Bulan Dzulhijjah, Waktu Terbaik Memperbanyak Ibadah

Rabu 20-05-2026,10:17 WIB
Reporter : Imay Indari
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam Islam. Pada hari-hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah karena pahala kebaikan dilipatgandakan dan sangat dicintai Allah SWT.

Bulan Dzulhijjah sendiri merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan Iduladha, sepuluh hari pertamanya juga memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki hari-hari biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga bersumpah dengan menyebut “malam yang sepuluh” dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2. Mayoritas ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Melihat besarnya keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari-hari Dzulhijjah dengan berbagai amalan kebaikan.

BACA JUGA:Idul Adha 2026 Jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 H, Ini Jadwal dan Penjelasannya

BACA JUGA:6 Panduan Minum Kafein Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Fit dan Ibadah Lancar

1. Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir seperti takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Dzikir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus cara mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah

Puasa sunnah pada awal Dzulhijjah juga sangat dianjurkan, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

3. Membaca Al-Qur’an

Kategori :