Idul Adha 2026 Jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 H, Ini Jadwal dan Penjelasannya
Penetapan tanggal Idul Adha di tahun Hijriah -Pinterest/Hilal Sabilur Rosyad-
INFORADAR.ID - Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen penting dalam kalender umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pada tahun 2026, perayaan ini kembali dinantikan, terutama terkait kepastian tanggal dalam kalender Hijriah dan Masehi.
Berdasarkan penetapan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, Idul Adha 2026 dipastikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Penetapan ini sejalan dengan perhitungan dalam Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kalender tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026.
Dengan demikian, perayaan Idul Adha sebagai puncak ibadah haji berlangsung sepuluh hari setelahnya, yakni pada 27 Mei 2026. Momen ini juga identik dengan pelaksanaan ibadah kurban oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain pemerintah, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah juga menetapkan tanggal yang sama. Melalui metode hisab dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha 1447 H diperingati pada hari yang sama, yaitu 27 Mei 2026.
BACA JUGA:Ubah Luka Jadi Kekuatan: Kisah Fadila Anwar Bangkit Jadi Duta GenRe Banten
Kesamaan penetapan ini menunjukkan adanya keselarasan antara metode perhitungan yang digunakan, baik oleh pemerintah maupun organisasi Islam di Indonesia.
Secara ilmiah, perbedaan kalender Hijriah dan Masehi disebabkan oleh sistem yang digunakan. Kalender Masehi berbasis peredaran matahari (syamsiah), sedangkan kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan (qamariah).
Akibatnya, satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari dibandingkan tahun Masehi. Hal ini menyebabkan tanggal Idul Adha terus bergeser lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Penentuan tanggal Hijriah sendiri dilakukan melalui dua metode, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Di Indonesia, kedua metode ini digunakan secara bersamaan untuk memastikan keakuratan penanggalan.
Selain sebagai hari raya, Idul Adha juga menjadi momen berbagi melalui ibadah kurban. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat luas, sehingga nilai sosial dan kemanusiaan dalam perayaan ini sangat terasa.
BACA JUGA:Mata Pelangi di Ujung Musim
BACA JUGA:Gagal di UTBK Bukan Akhir, Rahasia Lolos Jalur Langit ala Duta KPI UIN Banten
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
