INFORADAR.ID - Perdebatan abadi mengenai siapa yang terbaik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo kembali memanas. Kali ini, testimoni datang dari ikon Real Madrid, Marcelo. Meski menghabiskan hampir satu dekade sebagai sahabat sekaligus rekan duet maut Ronaldo di Spanyol, Marcelo tanpa ragu menyebut Messi sebagai lawan yang paling memberikan "mimpi buruk" baginya.
Dalam wawancara terbaru dengan RomarioTV, Marcelo mengenang masa-masa sengit El Clasico saat ia harus mengawal ketat Messi. Baginya, pemahaman ruang yang dimiliki kapten timnas Argentina itu berada di level yang berbeda.
"Messi lebih sulit dihadapi. Dia luar biasa, saya bahkan merasa masih mencari keberadaannya di lapangan sampai hari ini," ujar pemain berusia 37 tahun itu dengan nada berkelakar.
Menurut Marcelo, keunggulan utama Messi bukan hanya soal dribbling, melainkan visi bermainnya. "Messi memahami semua posisi di lapangan. Dia tahu kapan lawan akan datang dan dia sudah tahu ke mana harus bergerak sebelum bola tiba. Itu sangat luar biasa," tambahnya.
BACA JUGA:Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid, Kartu Merah Cubarsi Jadi Sorotan
BACA JUGA:Materazzi Semprot Man United, Jual McTominay ke Napoli Adalah Kesalahan Besar
Pengakuan Marcelo ini terbilang menarik mengingat kedekatannya dengan Ronaldo. Sejak 2009 hingga 2018, keduanya membentuk sisi kiri mematikan yang membantu Real Madrid merengkuh empat gelar Liga Champions.
Menariknya, hubungan mereka bermula dari perselisihan. Pada laga persahabatan Brasil vs Portugal tahun 2008, keduanya nyaris baku hantam di lapangan. Namun, persaingan itu berubah menjadi persaudaraan erat segera setelah Ronaldo mendarat di Santiago Bernabeu beberapa bulan kemudian.
Di luar perdebatan Messi-Ronaldo, Marcelo juga menyampaikan pengakuan emosional mengenai karier internasionalnya. Meski telah mengoleksi 25 trofi bersama Real Madrid—termasuk lima medali Liga Championsia merasa ada yang kurang tanpa trofi Piala Dunia.
Saat ditanya apakah ia bersedia menukar seluruh trofi Eropanya demi satu gelar Piala Dunia bersama Brasil, Marcelo menjawab tegas. "Pertanyaan itu gila, tapi saya akan jujur kepada Anda. Ya, saya akan menukarnya," tutup sang bek legendaris.
BACA JUGA:Selamat Tinggal Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Olahraga Prestasi di Banten
BACA JUGA:Penebusan Sempurna Manuel Neuer, Bayern Munchen Bungkam Real Madrid 2-1 di Bernabeu