Berani Tukar Nyawa demi Harta, Film Aku Harus Mati Wajib Kamu Tonton

Jumat 27-03-2026,13:14 WIB
Reporter : Imay Indari
Editor : Haidaroh

‎INFORADAR.ID – Sebuah film horor terbaru siap menyapa pecinta film Tanah Air dengan kombinasi teror mistis dan kritik sosial yang menyayat. "Aku Harus Mati", garapan rumah produksi Rollink Action, akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026 .

‎Bukan sekadar film horor biasa, karya yang diproduseri oleh Irsan Yapto dan Nadya Yapto serta disutradarai Hestu Saputra ini mengangkat fenomena sosial yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat urban: obsesi terhadap kekayaan, gaya hidup hedonistik, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) dan paylater .

‎Sutradara Hestu Saputra pun menegaskan bahwa film ini ingin menunjukkan sisi lain dari teror yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar.

Hestu ingin memperlihatkan bahwa sukses jalur kilat itu tidak pernah ada karena kesuksesan harus diusahakan. Kalau memilih jalan instan, manusia tidak pernah tahu siapa yang akan menagih di kemudian hari. 

‎Film yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengisahkan perjalanan Mala, seorang yatim piatu yang diperankan oleh Hana Saraswati . Mala terjebak dalam gemerlap kehidupan kota besar yang penuh tuntutan dan haus validasi. Demi mengejar kemewahan semu dan gaya hidup hedonistik, ia terjerumus dalam lingkaran setan utang pinjaman online dan paylater yang melilit hidupnya .

BACA JUGA:‎Belajar tentang Mimpi dan Keberanian Lewat Film GOAT

BACA JUGA:Young Sherlock Jadi Serial Baru yang Ramai Dibicarakan, Kisahkan Awal Karier Sherlock Holmes

‎Dalam keputusasaan mencari ketenangan dan jati diri, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai sosok ayah sendiri. 

‎Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, ia terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan. Mala dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya: sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan .

‎Klimaks film ini menghadirkan pilihan mustahil yang menyesakkan dada. Mala harus mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawa orang yang dicintainya untuk membayar hutang yang tidak pernah ia buat sendiri .

‎"Aku Harus Mati" tidak sekadar mengandalkan elemen supranatural untuk menakut-nakuti penonton. Film ini hadir sebagai cermin realitas tentang manusia yang rela mengorbankan segalanya bahkan jiwanya sendiri demi harta dan pengakuan .

‎Mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN Banten, Muhammad Anwar juga memberikan pandangannya tentang tema yang diangkat film ini .

BACA JUGA:Film The Greatest: Kisah Duka, Harapan, dan Kekuatan Keluarga Menghadapi Kehilangan

BACA JUGA:Film Laut Bercerita Siap Tayang di Bioskop, Adaptasi Novel Karya Leila S. Chudori Dinanti Publik

‎"Menurut gue, jual jiwa demi harta itu dekat dengan kita. Zaman sekarang masih ada yang sering jual ketenangan batin demi hal yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Apalagi pinjol sekarang gampang banget. Selagi enggak penting-penting banget ya mending enggak usah kalau cuma buat flexing dan naikin status sosial," ujarnya .

Kategori :