Tren Outfit Yali-Yali Kembali Warnai Gaya Anak Muda Selama Ramadan

Jumat 27-02-2026,18:55 WIB
Reporter : Billgheza Alshakira Bunga
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Memasuki bulan Ramadan, suasana tidak hanya berubah dari sisi ibadah dan aktivitas sosial, tetapi juga gaya berpakaian anak muda. Jika di hari biasa tren fesyen cenderung kasual dan modern, selama Ramadan muncul fenomena yang kerap disebut warganet sebagai momen “outfit yali-yali kembali”.

Istilah tersebut merujuk pada gaya busana yang lebih tertutup, longgar, dan bernuansa religius, namun tetap modis dan kekinian

Di berbagai sudut kota, terutama menjelang waktu berbuka dan saat menghadiri kajian atau buka bersama, terlihat banyak anak muda mengenakan gamis, tunik panjang, rok flowy, hingga setelan bernuansa pastel dan earth tone.

Bagi perempuan, pashmina panjang dan hijab segi empat kembali mendominasi. Sementara laki-laki memilih kemeja koko, celana bahan longgar, atau bahkan setelan kurta yang memberi kesan rapi namun santai

Fenomena ini semakin kuat dengan maraknya konten media sosial bertagar Ramadan outfit atau OOTD bukber.

Banyak kreator membagikan inspirasi padu padan busana yang sopan tetapi tetap stylish. Tak sedikit pula yang memanfaatkan momentum ini untuk tampil lebih syar’i dibanding hari-hari biasa

Secara tidak langsung, Ramadan menjadi ruang refleksi sekaligus ekspresi diri. Gaya berpakaian yang lebih tertutup dipandang sebagai bentuk penyesuaian dengan suasana bulan suci.

Selain itu, momen ini juga bertepatan dengan meningkatnya agenda sosial seperti buka bersama, tarawih berjamaah, hingga acara keagamaan lainnya yang mendorong anak muda tampil lebih rapi

Sejumlah pelaku usaha fesyen lokal turut merasakan dampaknya. Penjualan gamis, outer panjang, serta set busana muslim cenderung meningkat dibanding bulan sebelumnya. Tren warna lembut dan desain minimalis menjadi pilihan utama karena dinilai mudah dipadukan untuk berbagai acara Ramadan

Meski begitu, fenomena “outfit yali-yali kembali” bukan sekadar soal tren musiman. Bagi sebagian anak muda, perubahan gaya berpakaian ini menjadi bagian dari proses memperbaiki diri.

Ada yang mengaku merasa lebih nyaman dan percaya diri dengan busana yang lebih tertutup. Ada pula yang menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk konsisten mempertahankan gaya tersebut setelah bulan suci berakhir

Ramadan memang selalu membawa warna tersendiri dalam kehidupan sosial. Tahun ini, selain berburu takjil dan jadwal buka bersama, gaya busana anak muda ikut menjadi sorotan.

Dari yang biasanya tampil santai, kini bertransformasi lebih anggun dan religius. Entah sekadar mengikuti tren atau bagian dari refleksi diri, satu hal yang pasti, Ramadan kembali menghadirkan wajah fesyen yang berbeda di kalangan generasi muda.

Kategori :