“Gak Narsis, Gak Makan”? Fenomena Pamer Pencapaian di Media Sosial Jadi Normal di Era Digital
Cewek narsis-Omar Tanveer-
INFORADAR.ID — Di era digital saat ini, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi foto atau cerita keseharian.
Bagi banyak orang, terutama generasi muda, media sosial telah berubah menjadi ruang untuk menunjukkan pencapaian, membangun citra diri, hingga memperluas relasi.
Tak heran jika muncul ungkapan yang cukup populer: “zaman sekarang gak ‘narsis’, gak makan.”
Ungkapan tersebut menggambarkan realitas baru di masyarakat, di mana aktivitas memposting pencapaian atau momen penting di media sosial menjadi hal yang lumrah.
BACA JUGA:Trend Hampers Lebaran Kekinian, dari Dessert Box hingga Paket Self Care
BACA JUGA:Sering Dianggap Kepribadian Asli, Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Respons Trauma
Fenomena ini juga diangkat dalam sebuah konten yang diunggah akun edukasi pengembangan diri Satu Persen melalui platform Instagram.
Dalam unggahan tersebut terlihat seseorang yang sedang memegang plakat bertuliskan “Best Employee of The Year” sambil mengambil foto selfie.
Visual itu seolah menggambarkan kebiasaan banyak orang saat ini: ketika mendapat pencapaian, salah satu hal pertama yang dilakukan adalah mengabadikannya dan membagikannya di media sosial.
Perubahan perilaku ini tidak terjadi tanpa alasan. Media sosial kini berfungsi sebagai ruang personal branding.
BACA JUGA:Bye-bye Instagram & TikTok, Mulai 28 Maret, Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan Massal
BACA JUGA:Pacaran Bertahun-tahun Bukan Jaminan Cinta Sejati? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Banyak orang memanfaatkannya untuk menunjukkan kemampuan, prestasi, atau kegiatan yang mereka lakukan.
Dalam dunia kerja dan bisnis, hal ini bahkan dianggap sebagai strategi untuk membangun kredibilitas dan memperluas peluang.
Meski begitu, fenomena tersebut juga menimbulkan perdebatan. Sebagian orang menilai terlalu sering membagikan kehidupan pribadi di media sosial dapat menimbulkan kesan pamer atau mencari validasi dari orang lain.
Namun di sisi lain, ada pula yang menganggap hal tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri setelah bekerja keras mencapai sesuatu.
Suci Arrum F. W salah satu mahasiswa di Universitas Mathlaul Anwar menilai bahwa membagikan pencapaian di media sosial saat ini sudah menjadi hal yang wajar.
“Menurut aku sekarang orang posting pencapaian itu bukan selalu berarti pamer. Kadang cuma ingin berbagi kebahagiaan atau menyimpan momen penting juga,” ujarnya.
“Kalau lihat teman posting pencapaian atau prestasi, kadang malah bikin kita ikut termotivasi. Jadi menurut aku selama gak berlebihan, itu hal yang positif,” Sambungnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial telah mengubah cara orang mengekspresikan diri. Apa yang dulu dianggap “narsis” kini mulai dipandang sebagai bagian dari cara membangun identitas dan eksistensi di ruang digital.
Di tengah perkembangan tersebut, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menggunakan media sosial.
Membagikan pencapaian tentu tidak salah, namun menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata tetap menjadi hal yang penting.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
