INFORADAR.ID - “Lo pernah nonton Peaky Blinders? Kalau pernah, lo pasti tahu Thomas Shelby.”
Kalimat ini rasanya tak asing di kalangan penikmat serial Barat, khususnya generasi muda.
Sosok Thomas Shelby bukan hanya dikenal sebagai tokoh utama, tetapi juga ikon karisma yang kerap dijadikan referensi gaya kepemimpinan hingga cara berkomunikasi.
Thomas Shelby tidak digambarkan sebagai karakter yang ramai, cerewet, atau haus perhatian. Ia jarang berbicara panjang, tidak berisik, dan cenderung tenang.
BACA JUGA:Salman Khan Bintangi Film Perang “Battle of Galwan”, Tayang April 2026”,
BACA JUGA:Narcos: Drama Kejahatan yang Mengubah Cara Penonton Melihat Dunia Kartel
Namun justru di situlah letak kekuatannya. Setiap kali Thomas Shelby berbicara, orang-orang di sekitarnya otomatis diam dan mendengarkan.
Di tengah budaya komunikasi yang serba cepat dan penuh yapping, karakter Thomas Shelby terasa kontras.
Ia menunjukkan bahwa wibawa tidak selalu datang dari suara paling keras, melainkan dari kontrol diri, ketegasan sikap, dan kejelasan tujuan.
Untuk melihat bagaimana karakter ini dipersepsikan penonton, kami mewawancarai Zaudan Rasyid, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, yang mengaku awalnya menonton Peaky Blinders hanya karena rekomendasi teman dan potongan video viral di media sosial.
BACA JUGA:Moana Live-Action Siap Tayang 10 Juli 2026, Dwayne Johnson Kembali Jadi Maui
BACA JUGA:Tunggu Aku Sukses Nanti, Film Lebaran 2026 yang Angkat Tekanan Pertanyaan “Kapan Sukses?”
“Awalnya aku nonton cuma mikir, ‘oh ini tokoh kelihatan cool ya, dingin, jarang ngomong.’ Tapi setelah aku cari tahu dan perhatiin lebih dalam, ternyata Thomas Shelby tuh sengaja banget ngomong dikit,” ujarnya.
Menurut Zaudan, cara Thomas Shelby berbicara bukan sekadar gaya, melainkan strategi.