Alasan Dian Sastro Mantap Jadi Mualaf

Jumat 20-02-2026,05:05 WIB
Reporter : Nuraini Wildayati Kamilah
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Aktris papan atas Dian Sastrowardoyo membagikan kisah perjalanan mualafnya saat menjadi bintang tamu di podcast milik Denny Sumargo. 

Dalam obrolan santai tersebut, Dian menceritakan proses panjang pencarian keyakinan hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf di usia 21 tahun.

Dian mengaku tumbuh di keluarga dengan latar belakang agama yang beragam. Sang ibu beragama Katolik, sementara ayahnya memeluk Buddha Jepang setelah melalui perjalanan spiritualnya sendiri. Sejak kecil, Dian dibesarkan dalam ajaran Katolik dan bahkan telah menerima sakramen baptis serta komuni.

Meskipun banyak perbedaan, keluarganya mengutamakan toleransi Dian Sastro bahkan didukung keluarganya saat mempelajari beberapa agama.

Memasuki masa SMA, bintang film Ada Apa dengan Cinta? itu mulai banyak membaca buku filsafat. Dari situlah muncul berbagai pertanyaan mendalam tentang makna hidup. 

Ia bahkan sempat bertanya-tanya apakah dirinya memiliki panggilan spiritual yang berbeda, seperti sang ayah.

"Aku pengin tahu sebenarnya kita hidup untuk apa," ungkap Dian dalam podcast tersebut. Ia pun mulai mempelajari berbagai ajaran agama, mulai dari Buddha, Hindu, hingga Konghucu.

BACA JUGA:Ashanty Diet 5 Hari Tanpa Makan, Ungkap Efeknya ke Tubuh

BACA JUGA:Cash Keras Rp231 Miliar! Jennie BLACKPINK Baru Saja Beli Eks Gedung Kedutaan di Seoul

Namun, menurutnya, pertanyaan-pertanyaan filosofis yang ia miliki belum juga menemukan jawaban yang benar-benar memuaskan.

Hingga suatu hari, tantenya mengajak menghadiri sebuah pengajian. Tanpa ekspektasi apa pun, Dian datang dan justru menemukan jawaban yang selama ini ia cari. 

Seorang ustaz bernama Rahmat menjawab pertanyaannya dengan penjelasan yang ia nilai sangat filosofis sekaligus logis.

Dari momen itulah, hati Dian mulai mantap. Ia merasa pertanyaan-pertanyaan mendasarnya tentang kehidupan akhirnya terjawab dalam ajaran Islam. Tak butuh waktu lama, ia pun memutuskan untuk memperdalam ajaran tersebut.

Di usia 21 tahun, Dian mulai belajar salat dan menghafal Al-Fatihah. "Kalau gua hafalin itu kan bahasa Arab susah ya di umur 21 tahun gue hafalin," ujarnya.

Meski harus menghafal dalam bahasa Arab yang bukan bahasa sehari-harinya, ia punya cara tersendiri.

Kategori :