Makanan Sehari-hari Berpotensi Mengandung Mikroplastik, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Rabu 11-02-2026,13:24 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Partikel mikroplastik kini tak hanya mencemari laut dan lingkungan, tetapi juga ditemukan dalam berbagai bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Mikroplastik adalah fragmen plastik berukuran sangat kecil, kurang dari lima milimeter, yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Sejumlah penelitian ilmiah mendeteksi keberadaan mikroplastik pada berbagai jenis makanan, mulai dari hasil laut hingga produk pertanian. Temuan ini memunculkan kekhawatiran baru tentang potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Beberapa makanan yang ditemukan mengandung partikel mikroplastik berdasarkan hasil riset ilmiah meliputi: 

• Garam laut — terkontaminasi mikroplastik dari laut akibat polusi perairan. 

• Makanan laut (ikan, kerang, crustacea) — partikel plastik telah terdeteksi dalam jaringan organisme laut. 

• Produk pertanian seperti sayuran (selada, wortel) dan beras/serelia lainnya, mikroplastik masuk lewat tanah dan air irigasi. 

• Teh dan minuman seduhan dari kantong teh berbahan plastik — penelitian menemukan miliaran partikel plastik yang terlepas saat diseduh. 

• Madu, gula, susu, dan yogurt — kadang mengandung fragmen plastik dari lingkungan atau proses pengolahan. 

• Air minum kemasan & minuman lainnya juga dapat memuat partikel mikroplastik akibat migrasi dari kemasan. 

Mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan melalui pencemaran tanah, air, dan udara, air irigasi atau air minum yang terkontaminasi, atau kemasan atau alat berbahan plastik saat proses produksi. Partikel kecil ini kemudian terserap tanaman atau termakan hewan, lalu akhirnya dikonsumsi manusia.

Otoritas seperti Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang memastikan mikroplastik dalam makanan secara langsung menyebabkan penyakit pada manusia.

Meski begitu, para ahli tetap mewaspadai potensi risiko jangka panjang, seperti:

• Gangguan saluran pencernaan: partikel plastik yang tidak dicerna dapat menumpuk di saluran pencernaan. 

• Peradangan dan stres oksidatif: fragmen mikroplastik dapat memicu respon imun dan stres seluler. 

• Gangguan sistem endokrin: beberapa plastik mengandung bahan kimia seperti ftalat atau BPA yang dapat mengganggu hormon. 

Kategori :