INFORADAR.ID - Begadang demi menyelesaikan tugas kuliah seolah sudah menjadi ritual wajib bagi mahasiswa. Namun, kurang tidur kerap meninggalkan jejak di wajah seperti kulit kusam, mata panda, dan ekspresi lelah yang sulit disembunyikan. Di tengah kondisi itu, tren Clean Girl Aesthetic justru semakin digemari mahasiswi karena dinilai simpel, realistis, dan tidak menuntut tampil berlebihan.
Di tengah realitas begadang dan tuntutan akademik, Clean Girl Aesthetic akhirnya bukan sekadar tren visual, melainkan cara mahasiswi berdamai dengan tubuh dan dirinya sendiri, sederhana, jujur, dan manusiawi.
Intan Nuraeni, mahasiswi yang kerap bergelut dengan deadline hingga subuh, mengaku tidak ingin ribet saat harus masuk kelas pagi hari. Ia lebih memilih langkah perawatan instan yang fokus pada kesegaran kulit, bukan kesempurnaan tampilan.
Intan mengatakan rutinitas paginya dimulai dari mencuci wajah dengan facial wash yang lembut, dilanjutkan hydrating toner, moisturizer ringan, dan sunscreen.
"Bagi aku kalau untuk makeup, cuma nambahin concealer tipis di area bawah mata dan sedikit bedak tabur. Menjepit bulu mata sudah cukup membuat mata terlihat lebih segar. Intinya bukan flawless, tapi kelihatan fresh enough buat duduk di kelas,” ujar Intan.
BACA JUGA:Isi Tas Mahasiswi 2026: Barang Paling Penting untuk Bertahan dari Deadline Kuliah
Soal pilihan antara skincare atau makeup, Intan mengaku lebih memprioritaskan skincare. Ia menilai kondisi kulit yang sehat membuat makeup tipis terlihat jauh lebih baik. Baginya, concealer high-coverage hanyalah solusi cepat, sementara skincare adalah investasi jangka panjang bagi kulit yang sering stres akibat tugas menumpuk. “Skincare itu kayak tabungan. Pelan-pelan tapi kerasa hasilnya, apalagi buat kulit yang sering kena deadline,” katanya.
Di sela kesibukan, Intan juga memiliki ritual ‘healing’ singkat. Ia kerap menggunakan sheet mask sambil mengetik tugas atau membaca jurnal. Meski hanya 15 menit, hal itu dianggap sebagai bentuk kepedulian pada diri sendiri.
“Aku sering pakai sheet mask sambil ngetik tugas atau baca jurnal. Walau cuma 15 menit, rasanya kayak bilang ke diri sendiri, oke, kamu capek, tapi masih peduli sama diri kamu. Kadang juga cuma pakai lip balm favorit atau semprot face mist, hal kecil tapi bikin ngerasa lebih manusiawi di tengah tekanan kampus,” ungkapnya.
Sementara itu, Nadia Rahma memiliki pendekatan yang sedikit berbeda. Ia menyebut rutinitas paginya sebagai “damage control” setelah begadang semalaman. Nadia mengatakan fokusnya bukan menutupi segalanya, tetapi mengembalikan tampilan wajah agar terlihat rapi dan terawat.
"Setelah membersihkan wajah, aku sering pakai toner yang memberi efek adem, lalu moisturizer, dan eye cream atau gel mata yang menurutku itu wajib setelah kurang tidur," ungkapnya.
BACA JUGA:Kamera Digital Jadul Hits di TikTok, Foto Retro Ramai Digandrungi
Makeup yang ia gunakan pun minimal, seperti concealer pada bawah mata dan bekas jerawat, bedak tipis di area T-zone, serta lip tint. Rambut dicepol rapi menjadi sentuhan terakhir yang membantu penampilan terlihat lebih siap. “Walau badan masih setengah sadar, rambut rapi aja udah bikin muka kelihatan lebih niat,” ujar Nadia.