Pendidikan yang Membebaskan Pikiran

Selasa 03-02-2026,14:56 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Catatan Bapak Republik Tan Malaka, salah satu Bapak Republik Indonesia, memandang pendidikan bukan sekadar proses menghafa atau kepatuhan pada aturan. Baginya, pendidikan adalah alat pembebasan.

Dalam pemikirannya yang tajam dan progresif, Tan Malaka menegaskan bahwa “pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membebaskan, bukan yang mengekang.

Ia harus membuka pikiran, bukan mengurungnya dengan dogma.” Pandangan ini lahir dari kesadarannya bahwa penjajahan tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga secara mental.

Pendidikan kolonial pada masanya lebih banyak mencetak manusia yang patuh, bukan manusia yang berpikir. Murid diajarkan untuk menerima, bukan mempertanyakan; menghafal, bukan memahami.

Bagi Tan Malaka, pendidikan semacam ini justru melanggengkan penindasan dalam bentuk yang lebih halus.

Pendidikan yang membebaskan, menurut Tan Malaka, harus mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan rasional. Sekolah seharusnya menjadi ruang dialog, bukan ruang indoktrinasi.

Guru bukan satu-satunya sumber kebenaran, melainkan fasilitator yang membantu murid menemukan kebenaran melalui nalar dan pengalaman.

Dengan cara ini, pendidikan melahirkan manusia merdeka—merdeka dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Tan Malaka juga menolak pendidikan yang terlepas dari realitas sosial. Ilmu pengetahuan harus berguna bagi kehidupan rakyat, bukan sekadar menjadi simbol status atau alat kekuasaan.

Pendidikan harus membumi, berpihak pada keadilan sosial, dan memberi keberanian kepada rakyat kecil untuk memahami serta mengubah nasibnya sendiri.

Dalam konteks hari ini, pemikiran Tan Malaka tetap relevan. Ketika pendidikan masih sering diukur dari angka, peringkat, dan kepatuhan pada kurikulum yang kaku, gagasan pendidikan yang membebaskan menjadi pengingat penting.

Pendidikan sejati bukan tentang mencetak manusia seragam, tetapi tentang menumbuhkan manusia yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab.

Sebagaimana diyakini Tan Malaka, bangsa yang merdeka hanya dapat dibangun oleh manusia yang pikirannya merdeka. Dan pendidikan adalah jalan utama menuju kemerdekaan itu.

 

 

Kategori :