Kapan Puasa 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammdiyah

Jumat 30-01-2026,16:07 WIB
Reporter : Nuraini Wildayati Kamilah
Editor : Haidaroh

Adapun penjelasan secara rinci mengenai beberapa prediksi ketetapan tersebut adalah sebagai berikut.

Menurut Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah merilis kalender Hijriah yang menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hanya saja, penetapannya secara resmi akan diputuskan ketika sidang isbat yang rencananya digelar pada akhir bulan Syaban 1447 H.

Ketentuan awal puasa 2026 pemerintah ini mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Sesuai namanya, metode hisab diterapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menghitung dan mengetahui posisi bulan secara astronomi.

Sementara itu, metode rukyat dilaksanakan dengan cara mengamati hilang secara langsung di sejumlah titik pemantauan di Indonesia.

Lalu, kedua hasil akan dikumpulkan dan pernyataan dari pemerintah pada sidang isbat akan menjadi acuan resmi pelaksanaan puasa Ramadan bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Apabila menurut versi pemerintah 1 Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari, lantas kapan puasa 2026 NU (Nahdlatul Ulama)?

Pada prinsipnya, organisasi Islam di Indonesia mengikuti ketetapan dari pemerintah dalam menentukan awal puasa Ramadan.

Pasalnya, Nahdlatul Ulama berpegang teguh pada penggunaan metode rukyatul hilal bil fi’li (pengamatan hilal langsung di lapangan) yang kemudian hasilnya dibahas saat sidang isbat.

Artinya, dapat dikatakan bahwa jadwal pelaksanaan puasa menurut Nahdlatul Ulama akan menyesuaikan dengan hasil dari sidang isbat yang diadakan oleh pemerintah.

Jika hilal terlihat dan memang memenuhi kriteria, maka Nahdlatul Ulama akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H bersamaan dengan keputusan dari pemerintah.

Sebaliknya, apabila hilal ternyata tidak terlihat, berarti pelaksanaan awal puasa Ramadan nantinya dapat bergeser satu hari.

Menurut Muhammadiyah

Kategori :